kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Enam proyek ini akan ditawarkan di pertemuan IMF-Bank Dunia


Kamis, 27 September 2018 / 19:22 WIB
ILUSTRASI. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan menyodorkan enam proyek infrastruktur dalam pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia di Bali, Oktober nanti.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, keenam proyek itu terdiri dari tiga proyek kereta layang (elevated) atawa LRT, dua proyek bandara dan satu proyek pelabuhan.

LRT itu berada di tiga kota besar yakni Bandung Surabaya dan Medan. "Nilai untuk satu proyeknya sekitar Rp 5 triliun-Rp 10 triliun," katanya di Jakarta, Kamis (27/9).

Sementara proyek bandara yakni proyek perluasan di bandara Kualanamu, Medan dan Praya Lombok. Masing-masing proyek bandara tersebut membutuhkan nilai investasi Rp 3 triliun-Rp 6 triliun.

"Kemudian proyek pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatra Utara nilai investasinya bisa Rp 3 triliun-Rp 5 triliun," tambah Budi. Menurutnya, Pemerintah Indonesia tidak memiliki target negara mana yang akan digaet.

"Kami menawarkan ke semuanya, karena kan nanti kita presentasi di sana," katanya. Budi juga menyampaikan, proyek-proyek tersebut ditawarkan lantaran termasuk proyek strategis dan membutuhkan kerjasama dengan asing sebagai operator.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×