kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.486   -44,00   -0,25%
  • IDX 6.738   -120,76   -1,76%
  • KOMPAS100 896   -19,37   -2,12%
  • LQ45 659   -11,01   -1,64%
  • ISSI 244   -4,18   -1,69%
  • IDX30 372   -4,60   -1,22%
  • IDXHIDIV20 456   -5,82   -1,26%
  • IDX80 102   -1,83   -1,76%
  • IDXV30 130   -1,92   -1,46%
  • IDXQ30 119   -1,20   -0,99%

Ekspor Indonesia ke China turun 22,84%


Senin, 03 Maret 2014 / 15:24 WIB
ILUSTRASI. Investor Reksadana Wajib Simak 4 Strategi Investasi ala Bareksa ini!


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kinerja ekspor non migas Indonesia ke negeri tirai bambu China melorot 22,84% pada Januari 2014. Meskipun begitu China tetap menjadi pangsa pasar nomor wahid untuk ekspor non-migas tanah air.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor ke China pada Januari 2014 sebesar US$ 1,82 miliar. Sebelumnya di Desember 2013 nilai ekspornya mencapai US$ 2,36 miliar.

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS Adi Lumaksono mengatakan turunnya ekspor Indonesia ke China akibat berlakunya Undang-Undang Minerba yang melarang ekspor mineral mentah atawa ore per 12 Januari 2014. "Ekspor bijih besi, bauksit ke China berkurang," ujar Adi di Jakarta, Senin (3/3).

Lihat, ekspor bijih, kerak dan abu ke China pada Januari tercatat US$ 178,92 juta. Nilai ini turun hingga 58,73% dibanding Desember 2013 yang ekspornya mencapai US$ 433,53 juta.

Tidak hanya terhadap China yang ekspornya melorot. Ekspor non migas Indonesia ke Jepang pun turun 14,22% karena ekspor tembaga yang turun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×