kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.891   -9,00   -0,05%
  • IDX 7.924   -11,32   -0,14%
  • KOMPAS100 1.116   -1,22   -0,11%
  • LQ45 813   -2,22   -0,27%
  • ISSI 278   0,36   0,13%
  • IDX30 426   -0,54   -0,13%
  • IDXHIDIV20 514   -1,01   -0,20%
  • IDX80 125   0,03   0,02%
  • IDXV30 138   -0,40   -0,29%
  • IDXQ30 139   -0,20   -0,14%

Ekonom prediksi bulan September akan terjadi deflasi


Minggu, 29 September 2019 / 16:20 WIB
Ekonom prediksi bulan September akan terjadi deflasi
ILUSTRASI. Penjualan bawang putih di pasar tradisional


Reporter: Grace Olivia | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro memproyeksi bulan September 2019 akan mencatat deflasi. Hal ini didorong oleh turunnya harga sejumlah bahan pangan. 

“September hitungan kami mengalami deflasi atau minus 0.17% secara month-to-month (mtm), sedangkan inflasi secara tahunan sebesar 3,5%,” ujar Andry, Jumat (27/9). 

Pendorong deflasi terbesar, menurut Andry, ialah harga bahan-bahan pangan yang menurun seperti ayam dan cabai merah.  Kendati begitu, risiko kemarau dinilainya belum sepenuhnya hilang lantaran musim hujan diprediksi baru dimulai pada pertengahan atau akhir Oktober nanti. 

Baca Juga: Ekonomi Eropa bermasalah, pasangan EUR/USD masih rentan tertekan

Sementara, Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Muhammad Faisal memprediksi terjadi deflasi pada September dalam rentang minus 0,10% sampai 0,15% mom. 

Senada, Faisal juga mengatakan penyebab deflasi ialah penurunan harga bahan pangan. Hingga akhir tahun, Andry memandang tidak ada risiko inflasi yang berarti. 

“Paling hanya risiko seasonal di November dan Desember seperti harga pangan, kebutuhan libur akhir tahun, harga tiket, dan sebagainya,” ujar Andry. 

Baca Juga: Ekonom Bank Mandiri memprediksi BI akan pangkas bunga sekali lagi

Apalagi, basis tingkat inflasi pada akhir tahun lalu menurutnya sudah terbilang tinggi. Oleh karena itu, dari perhitungannya, inflasi pada akhir 2019 diperkirakan mencapai 3,41% yoy. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×