kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Ekonom: Minat masyarakat ke sukuk masih minim


Selasa, 14 April 2015 / 19:09 WIB
Ekonom: Minat masyarakat ke sukuk masih minim
Perusahaan menara dan infrastruktur telekomunikasi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Instrumen sukuk adalah instrumen yang cocok digunakan untuk membiayai infrastruktur. Hanya saja, minat masyarakat Indonesia terhadap instrumen ini masih minim.

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengatakan sukuk cocok bagi pembangunan infrastruktur karena skemanya bagi hasil. Kalau menggunakan skema bunga maka tidak ada kecocokan baik dari sisi pemilik dana ataupun pengguna dana.

Persoalannya adalah minat investasi sukuk di Indonesia masih kecil, meskipun dalam sisi potensi memang besar. "Sejauh mana efektivitas instrumen ini bisa menghimpun dana masyarakat," terang Enny, Selasa (14/4).

Enny berharap rencana pemerintah mendirikan Lembaga Pembiayaan Infrastruktur Islami bukan hanya menjadi jalan memanfaatkan dana haji. Yang perlu menjadi pekerjaan rumah pemerintah adalah mensosialisasikan instrumen sukuk lebih besar lagi.

Bila dibandingkan dengan lembaga pembiayaan infrastruktur yang juga akan dibuat oleh pemerintah, Enny mengakui akan berbeda. Pasalnya, basis pembiayaan infrastruktur adalah spesifik instrumen dengan pola syariah yaitu sukuk.

Sebagai informasi, pemerintah memiliki rencana untuk membuat Islamic Infrastructure Invesment Bank atau Lembaga Pembiayaan Infrastruktur Islam yang berbasis syariah. Lembaga ini akan sama seperti lembaga pembiayaan internasional seperti World Bank atau Islamic Development Bank (IDB). Namun jika IDB membiayai berbagai macam proyek seperti pendidikan, pertanian, manufaktur, dan kesehatan,.lembaga ini akan fokus pada pembangunan infrastruktur.

Nantinya, meskipun pembiayaannya berbasis Islam namun tidak hanya ditujukan kepada negara Islam atau proyek-proyek yang bernuansa Islam. Yang akan dirangkul adalah infrastruktur secara umum dan peminjam uangnya pun boleh siapa saja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×