kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Ekonom Ini Perkirakan Surplus Neraca Perdagangan Mei Akan Lebih Rendah dari April


Senin, 13 Juni 2022 / 20:45 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi neraca perdagangan. ANTARA FOTO/ Wahyu Putro A/foc.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan neraca dagang pada Mei 2022 akan mengalami surplus sebesar US$ 3,28 miliar. Perkiraan surplus ini lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai US$ 7,56 miliar.

Sementara itu, kinerja ekspor juga diperkirakan akan tumbuh 31,44% secara year on year (yoy) dimana volume ekspor diperkirakan turun sejalan dengan jumlah hari produktif yang lebih sedikit pada bulan Mei karena bertepatan dengan perayaan Idul Fitri.

Selain itu, Josua mengatakan bahwa aktivitas manufaktur terindikasi dari Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur dari beberapa mitra dagang Indonesia juga menunjukkan penurunan seperti Uni Eropa, Amerika Serikat, India dan Korea.

Baca Juga: Neraca Perdagangan pada Mei 2022 Diproyeksikan Menyusut

“Meskipun dari sisi harga, harga komoditas ekspor cenderung meningkat sepanjang bulan Mei seperti crude palm oil (CPO) naik tipis 0,97% month to month (mom) dan harga batubara naik 27,28% month to month (mom),” ujar Josua kepada Kontan.co.id, Senin (13/6).

Josua menambahkan, penurunan kinerja ekspor pada bulan Mei yang lalu juga dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah Indonesia yang melarang ekspor CPO.

Sementara itu, dari sisi impor, Josua mengatakan kinerja impor secara bulanan juga mengalami penurunan namun laju impor tahunan diperkirakan sebesar 33,29% yoy. 

Penurunan kinerja impor ini dipengaruhi oleh penurunan volume impor sejalan dengan kinerja manufaktur yang terindikasi dari PMI manufaktur Indonesia yang tercatat turun pada bulan Mei yang lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×