kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Ekonom Ingatkan Pelemahan Rupiah Akan Menambah Tekanan Inflasi Domestik


Selasa, 14 Juni 2022 / 19:58 WIB
ILUSTRASI. Pelemahan rupiah bisa menambah tekanan pada inflasi domestik./pho KONTAN/Carolus Agus waluyo/.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar akan menambah tekanan terhadap inflasi domestik. Mengingat harga-harga pangan dan energi yang juga mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, pelemahan nilai tukar rupiah juga akan membuat barang impor menjadi lebih mahal, sehingga akan memberikan dampak kenaikan harga terhadap barang konsumsi, bahan baku dan barang modal yang berasal dari impor.

Josua menjabarkan, beberapa industri yang memiliki proporsi bahan baku impor cukup besar seperti makanan dan minuman terutama yang menggunakan banyak bahan baku impor seperti gandum, kedelai, gula, elektronik dan barang elektrikal, tekstil serta farmasi.

Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp 14.699 per Dolar AS Mendekati Jadwal Rapat The Fed

“Sementara itu, beberapa industri yang berorientasi ekspor akan diuntungkan oleh kebijakan ini seperti batubara, crude palm oil (CPO), logam dasar seperti nikel dan stainless steel,” ujar Josua kepada Kontan.co.id, Selasa (14/6).

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi pelemahan nilai tukar, pemerintah khususnya Bank Indonesia (BI) perlu menjaga volatilitas rupiah dan memberikan panduan untuk market mengenai ekspektasi terhadap nilai tukar rupiah di tengah tekanan kenaikan suku bunga dan inflasi AS.

Dengan demikian, dengan terjaganya stabilitas nilai tukar rupiah, maka menurutnya risiko nilai tukar yang akan mempengaruhi pelaku usaha pun menurun sehingga tidak mempengaruhi produktivitas pelaku usaha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×