kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Ekonom Core proyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal III terkontraksi -3% sampai -4%


Rabu, 08 Juli 2020 / 18:15 WIB
ILUSTRASI. A 3D-printed coronavirus model is seen in front of a stock graph and the word 'Economy' on display in this illustration taken March 25, 2020. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memprediksi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 akan kontraksi 3,1% sampai 3,8%

Ini sejalan dengan perkiraan sejumlah lembaga internasional, yang meramal ekonomi Indonesia akan berada di kisaran -3% hingga -6% di periode April-Juni 2020.

Adapun Ekonom Core Piter Abdullah menilai prediksi Menkeu masih cukup optimistis. Ia pun memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2020 di kisaran -5% sampai -6% secara yoy.

Menurutnya, kontraksi di kuartal II ini disebabkan adanya pandemi Covid-19 yang memaksa untuk melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sehingga hal ini dinilai sangat berdampak signifikan pada seluruh aktivitas perekonomian di Indonesia. 

Baca Juga: Ketua Kadin: Pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2020 kontraksi 4%-6%

“Angka Bu menteri saya kira masih cukup optimis. Saya perkirakan pertumbuhan ekonomi kita akan lebih rendah dari itu dikisaran -5% sampai -6%,” ujar Piter saat dihubungi Kontan, Rabu (8/7).

Ia juga proyeksikan, di kuartal III-2020 ini optimistis akan membaik namun masih terkontraksi di kisaran -3% sampai -4% yoy.

Menurutnya, komponen pendorong adanya kontraksi tersebut disebabkan oleh aktivitas sosial ekonomi yang masih terbatas. Adapun konsumsi rumah tangga juga masih di bawah natas normal.

“Meskipun sudah ada pelonggaran PSBB tetapi tingkat konsumsi Masyarakat masih jauh menurun,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×