kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Ekonom Core prediksi investasi masih bergejolak di tahun ini


Minggu, 11 Juli 2021 / 17:25 WIB
Ekonom Core prediksi investasi masih bergejolak di tahun ini
ILUSTRASI. Kementerian Perindustrian menilai pemberlakuan harga gas industri sebesar USD6 per MMBTU dapat memberikan efek ganda yang luas, mulai dari peningkatan utilitas produksi dan nilai ekspor hingga penambahan investasi.


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Ekonom Center of Reforn on Economics (Core) Yusuf Rendy mengatakan tren investasi langsung yang berada di bawah Kementerian Investasi akan tetap moncer di tahun ini meskipun ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Hal tersebut tercermin dari realisasi investasi kuartal I 2021 yang telah dilaporkan Kementerian Investasi mengalami pertumbuhan saat pertumbuhan ekonomi Januari-Maret 2021 justru masih minus.

Ke depan, Yusuf menerka dari beberapa komitmen investasi, masih ada yang berpeluang terus mengalirkan uangnya seperti investasi di sektor telekomunikasi, pertambangan, hingga industri pembuatan logam dasar.

"Belajar dari pengalaman tahun lalu, sektor ini masih berpeluang tetap tumbuh dan tidak akan terlalu berdampak pada aturan PPKM Darurat yang diberlakukan pemerintah," kata Yusuf kepada Kontan.co.id, Minggu (11/7).

Baca Juga: Ada PPKM darurat, begini nasib investasi menurut ekonom Bank Mandiri

Sementara itu, untuk investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang tidak dicatat oleh Kementerian Investasi, dinilai akan terkendala di tahun ini.

Menurut Yusuf, belajar dari pengalaman tahun lalu, PMTB mengalami kontraksi pertumbuhan ketika pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketika itu. Dus, PMTB mengalami kontraksi hingga minus 9% di kuartal II 2020.

"Menjadi wajar karena logikanya, ketika aktivitas perekonomian melambatnya, industri/pelaku usaha akan menahan laju produksinya. Dengan asumsi bahwa PPKM akan berlangsung dampaknya hingga Agustus maka, laju PMTB pada kuartal III 2021 pertumbuhannya akan melambat dibandingkan kuartal II 2021," ujar Yusuf.

Bahkan, menurutnya jika berlarut hingga awal September, bukan tidak mungkin pertumbuhan PMTB  di kuartal III 2021 akan kembali jatuh ke level negatif.

Untuk itu, Yusuf memprediksi PMTB/investasi di tahun ini tumbuh di kisar 2% yoy. Namun angka tersebut, akan tergantung dari pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat dan kondisi ekonomi. Yusuf bilang, proyeksi tersebut akan sesuaikan kembali pada November 2021.

Selanjutnya: Beberapa emiten properti telah umumkan perolehan marketing sales di semester I-2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×