kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Ekonom Core nilai keputusan BI tepat untuk menahan suku bunga


Kamis, 16 Mei 2019 / 19:34 WIB


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan BI-7 Days Reverse Repo Rate (BI-7DRRR) di level 6%. Ini sejalan dengan perkembangan ekonomi global terutama perekonomian Amerika Serikat (AS) yang tumbuh melebihi ekspektasi.

"Yang terbaik saat ini menahan suku bunga," jelas Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (16/5).

Kondisi ekonomi AS, jelas Piter, membuka peluang bank sentral AS alias The Fed untuk menaikkan suku bunga. Hal ini memicu pergerakan aliran modal keluar dari negara berkembang termasuk Indonesia. Hal ini pula yang menyebabkan pelemahan rupiah.

"Mengantisipasi kebijakan The Fed dan potensi keluarnya modal asing Bank Indonesia tidak mungkin lagi menurunkan suku bunga," ujar dia.

Di sisi lain eskalasi perang dagang menyebabkan perlambatan ekonomi global. Permintaan global menjadi rendah dan harga komoditas turun. Akibatnya semakin sulit bagi Indonesia mendorong ekspor.

"Sementara di tengah perlambatan ekonomi global, pasar Indonesia yg relatif lebih terbuka akan menjadi sasaran pengalihan pasar bagi produsen global," jelas Piter.

Sehingga keputusan BI untuk memperlebar proyeksi defisit transaksi berjalan menjadi 2,5%-3% merupakan langkah paling realistis. Selain itu, BI juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun ini di bawah 5,2%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×