kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Ekonom: Ada risiko laju harga batubara terhenti


Selasa, 07 Februari 2017 / 16:13 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Kepala Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, kinerja ekspor masih menjadi andalan pertumbuhan ekonomi tahun 2017. Selain proteksi perdagangan, Lana melihat faktor lain yang menjadi risiko ekspor pada tahun ini, yaitu harga komoditas.

Menurut Lana, kenaikan harga batubara sejauh ini disebabkan oleh China yang memangkas produksi batubaranya untuk menaikkan harga. Namun, lanjutnya, China kini mulai mempertimbangkan penggunaan batubara dari domestik. Hal ini membuat harga batubara ke depan berpotensi melemah kembali.

"Kami agak khawatir harga batubara ini tidak terjaga sampai akhir tahun. Kecuali harga minyak mentah bisa tembus US$ 60 per barel. Akan tetapi sampai sekarang belum tembus juga," kata Lana usai acara Indonesia Eximbank Investor Gathering di Hotel Ritz Carlton, Selasa (7/2).

Lanjut Lana, harga CPO juga sama dengan batubara yang sangat tergantung pada kondisi ekonomi China. Saat ini, China tengah menghadapi kondisi normal yang baru, yaitu pertumbuhan ekonomi yang sulit menembus 10%. Dengan penurunan konsumsi domestik China, maka harga CPO juga berpotensi melemah kembali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×