kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.939   104,00   0,58%
  • IDX 6.299   -76,31   -1,20%
  • KOMPAS100 819   -14,09   -1,69%
  • LQ45 623   -9,92   -1,57%
  • ISSI 219   -2,18   -0,99%
  • IDX30 345   -5,37   -1,53%
  • IDXHIDIV20 429   -4,96   -1,14%
  • IDX80 93   -1,50   -1,58%
  • IDXV30 117   -1,48   -1,24%
  • IDXQ30 111   -1,66   -1,48%

DPR Ungkap Kebutuhan Anggaran Pendidikan Gratis Capai Rp 302 Triliun


Kamis, 24 September 2026 / 20:32 WIB
DPR Ungkap Kebutuhan Anggaran Pendidikan Gratis Capai Rp 302 Triliun
ILUSTRASI. Ketua DPP PDI-P Said Abdullah (KONTAN/Shifa Fadilla)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mengungkap kebutuhan anggaran untuk mewujudkan pendidikan gratis mulai dari sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi mencapai sekitar Rp 302 triliun.

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mengatakan, berdasarkan pemetaan sementara, kebutuhan anggaran untuk pendidikan gratis jenjang SD hingga SMA mencapai sekitar Rp 210 triliun. Sementara kebutuhan untuk perguruan tinggi diperkirakan mencapai Rp 92 triliun.

"Hitungan sementara dibutuhkan sekitar hampir kalau SD, SMP, SMA secara keseluruhan itu sekitar Rp 210 triliun kemudian perguruan tinggi Rp92 triliun. Itu artinya hampir Rp302 triliun," kata Said kepada awak media di Gedung DPR RI, Kamis (24/9).

Baca Juga: Penggunaan SAL Kini Wajib Disetujui DPR, Ini Kata Ekonom

Meski demikian, pemerintah belum langsung mengalokasikan seluruh kebutuhan tersebut dalam APBN. Untuk tahap awal, Banggar DPR baru menganggarkan Rp 5 triliun sebagai pilot project program pendidikan gratis.

Said mengatakan, pilot project tersebut direkomendasikan untuk diprioritaskan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menurut Said, implementasi pendidikan gratis hingga perguruan tinggi tidak bisa dilakukan sekaligus karena membutuhkan persiapan anggaran dan tata kelola yang matang.

Dia menyebut pelaksanaan program tersebut ditargetkan mulai terealisasi pada 2028 secara bertahap. Banggar bahkan membuka kemungkinan cakupan program pada 2028 baru mencapai sekitar 60%-75%, sebelum diperluas hingga 100% pada tahun berikutnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen untuk memperluas akses pendidikan gratis hingga perguruan tinggi negeri. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN), Jumat (18/9/2026).

Prabowo mengatakan pemerintah akan segera membahas kebijakan tersebut dan menginginkan biaya pendidikan negeri mulai dari SD, SMP, SMA hingga universitas negeri dapat digratiskan.

"Saya sangat setuju. Saya akan segera mengadakan ratas atau pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis. Biaya pendidikan negeri SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis," kata Prabowo.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Rekening Gratis Rp50.000, Ini Catatan Ekonom

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×