kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

DPR tolak kenaikan TDL hingga akhir 2011


Kamis, 29 September 2011 / 23:06 WIB
DPR tolak kenaikan TDL hingga akhir 2011
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo (kelima kanan) memimpin rapat kabinet terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi COVID-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (29/6/2020).


Reporter: Riendy Astria |

JAKARTA. Rencana pemerintah memasukkan subsidi Listrik dalam RAPBN 2012 sebesar Rp 45 triliun yang diikuti kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) 10% tidak sepenuhnya mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Wakil rakyat itu hanya menyetujui subsidi listrik tanpa kenaikan TDL (kecuali pelanggan 450VA) mulai 1 April 2012.

Keputusan itu disepakati melalui rapat Komisi VIII DPRI dengan pemerintah yakni Kementerian ESDM, kemudian, PT PLN, BP Migas dan Pertamina.

"Sudah final, tidak ada lagi pembahasan mengenai TDL sampai akhir tahun 2011," tegas Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Efendi Simbolon, Kamis (29/9). Menurutnya, pemerintah tidak memiliki alasan yang tepat untuk menaikkan TDL.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×