kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

DPR minta data penyaluran beras miskin diperbaiki


Rabu, 05 April 2017 / 10:30 WIB


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pemerintah memperbaiki data penerima subsidi beras untuk rakyat sejahtera (Rastra) atau yang dulunya bernama beras miskin (Raskin).

Perbaikan terutama pada basis data rumah tangga sasaran (RTS) menjadi keluarga penerima manfaat (KPM) yang berdasarkan data tahun 2015 sebesar 14,33 juta RTS.

"Data yang digunakan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menyalurkan rastra harus otentik dan akurat, jadi benar-benar orang yang berhak menerima. Jangan sampai orang yang sudah meninggal, dan sudah tidak layak menerima, malah dimasukkan," ujar Hamdani, anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Nasdem dalam rapat dengar pendapat dengan Bulog, Selasa (4/4).

Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumajakti menjelaskan, hingga 4 April 2017, Bulog telah menggelontorkan sebanyak 40.603 ton rastra. Jumlah itu 1,58% dari total alokasi rastra 2017 sebanyak 2,55 juta ton beras, untuk 14,33 juta RTS. "Alokasi ini berdasarkan data Kemsos by name by address yang dikeluarkan Desember 2016," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×