kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

DPR minta data penyaluran beras miskin diperbaiki


Rabu, 05 April 2017 / 10:30 WIB
DPR minta data penyaluran beras miskin diperbaiki


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pemerintah memperbaiki data penerima subsidi beras untuk rakyat sejahtera (Rastra) atau yang dulunya bernama beras miskin (Raskin).

Perbaikan terutama pada basis data rumah tangga sasaran (RTS) menjadi keluarga penerima manfaat (KPM) yang berdasarkan data tahun 2015 sebesar 14,33 juta RTS.

"Data yang digunakan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menyalurkan rastra harus otentik dan akurat, jadi benar-benar orang yang berhak menerima. Jangan sampai orang yang sudah meninggal, dan sudah tidak layak menerima, malah dimasukkan," ujar Hamdani, anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Nasdem dalam rapat dengar pendapat dengan Bulog, Selasa (4/4).

Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumajakti menjelaskan, hingga 4 April 2017, Bulog telah menggelontorkan sebanyak 40.603 ton rastra. Jumlah itu 1,58% dari total alokasi rastra 2017 sebanyak 2,55 juta ton beras, untuk 14,33 juta RTS. "Alokasi ini berdasarkan data Kemsos by name by address yang dikeluarkan Desember 2016," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×