kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

DPR Desak Pemerintah Genjot Produksi Inalum


Rabu, 28 Juli 2010 / 14:33 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. DPR mendesak pemerintah meningkatkan kapasitas produksi PT Indonesia Aluminium Asahan (Inalum) naik dari 250.000 metrik ton (MT) menjadi 500.000 MT per tahun. Permintaan tersebut timbul karena tidak lama lagi akan berdiri pabrik pengolahan aluminium baru.

Tak tanggung-tanggung, ada dua perusahaan yang siap bersaing dengan Inalum. Bahkan, kapasitas produksinya jauh lebih besar, masing-masing 1 juta MT per tahun. “Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sudah menyetujuinya,” kata Airlangga Hartarto, saat rapat dengar pendapat dengan Direksi Inalum dan Otorita Asahan, di Komisi VI DPR, Rabu (28/7).

Kedua perusahaan tersebut adalah PT National Aluminium Company Limited (Nalco) dari India yang akan mendirikan usaha di Tanjung Api-Api. Kemudian, juga Global Aluminium, milik pemerintah Arab Saudi. “Kalau Inalum tidak ditingkatkan produksinya, pasti hanya akan menjadi industri rumah tangga dibandingkan pesaingnya. Padahal, Inalum adalah pelopor,” kata Airlangga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×