kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

DPR Desak Pemerintah Genjot Produksi Inalum


Rabu, 28 Juli 2010 / 14:33 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. DPR mendesak pemerintah meningkatkan kapasitas produksi PT Indonesia Aluminium Asahan (Inalum) naik dari 250.000 metrik ton (MT) menjadi 500.000 MT per tahun. Permintaan tersebut timbul karena tidak lama lagi akan berdiri pabrik pengolahan aluminium baru.

Tak tanggung-tanggung, ada dua perusahaan yang siap bersaing dengan Inalum. Bahkan, kapasitas produksinya jauh lebih besar, masing-masing 1 juta MT per tahun. “Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sudah menyetujuinya,” kata Airlangga Hartarto, saat rapat dengar pendapat dengan Direksi Inalum dan Otorita Asahan, di Komisi VI DPR, Rabu (28/7).

Kedua perusahaan tersebut adalah PT National Aluminium Company Limited (Nalco) dari India yang akan mendirikan usaha di Tanjung Api-Api. Kemudian, juga Global Aluminium, milik pemerintah Arab Saudi. “Kalau Inalum tidak ditingkatkan produksinya, pasti hanya akan menjadi industri rumah tangga dibandingkan pesaingnya. Padahal, Inalum adalah pelopor,” kata Airlangga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×