kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Dorong efisiensi, PUPR gelar kompetisi konstruksi


Selasa, 03 Oktober 2017 / 21:13 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Masifnya pembangunan infrastruktur membuat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kian gencar melakukan sosialisasi mengenai prinsip konstruksi ramping atau Lean Construction.

Pasalnya, penerapan konstruksi ramping dinilai dapat meminimalisir pemborosan biaya dan membantu meningkatkan efektivitas serta efisiensi perencanaan dan pelaksanaan proyek konstruksi.

Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Panani Kesai mengatakan, pembangunan infrastruktur yang tengah dilaksanakan pemerintah saat ini tidak hanya membutuhkan sumber dana yang besar, melainkan juga dukungan teknologi untuk memberi solusi pada kurangnya efisiensi penyelenggaraan konstruksi. 

Sebab kondisi di lapangan saat ini masih ditemui banyak perbaikan ulang dan pengerjaan ulang proyek konstruksi yang menyebabkan terbuangnya waktu dan sumber daya secara percuma. 

Untuk mendukung peningkatan produktivitas industri konstruksi itu, Kementerian PUPR menggelar kompetisi konstruksi ramping yang bekerjasama dengan Universitas Teknologi Bandung (ITB).

“Kompetisi ini diharapkan bisa mendorong kreativitas untuk nantinya bisa di sharing kepada Pemerintah sebagai masukan melaksanakan pembangunan infrastruktur yang berkualitas,” ujar Panani dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/10).

Ketua Panitia Kompetisi Konstruksi Ramping ITB, Muhamad Abduh mengatakan, tujuan kegiatan kompetisi ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat konstruksi di Indonesia mengenai konstruksi ramping. Adapun penilaian kompetisi berdasarkan pada  menjelaskan ketepatan waktu, kecepatan membangun, kerja sama tim yang kompak.

“Mereka akan membangun konstruksi dengan lego, melakukan perencanaan, menyusun denah dengan potongan-potongan denah, ada tampak yang nyata untuk melakukan eksekusi dalam membangun sebuah konstruksi dengan metode prinsip Lean Construction," ujar dia.

Kompetisi yang dilakukan mulai 1-2 Oktober 2017 itu diikuti oleh delapan peserta. Yakni Universitas Sriwijaya, Universitas Islam Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Katolik Soegijapranata, Universitas Islam Sultan Agung, Universitas   Teknologi Sepuluh November, Universitas   Hasanudin, dan ITB.

Adapun pemenang pertama adalah Universitas Diponegoro, pemenang kedua ITB dan juara ketiga Universitas Hasanudin. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×