Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan realisasi investasi baru sebesar Rp 2.100 triliun pada 2026, meningkat 10,4% dari target 2025 yang dipatok Rp 1.905 triliun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, target tersebut mencerminkan optimisme pemerintah terhadap prospek investasi nasional di tengah dinamika global dan persaingan regional yang semakin ketat.
"Dari amount-nya sangat luar biasa karena jumlahnya itu sudah makin meningkat. Jadi contohnya tahun 2024 itu Rp 1.600 triliun, 2025 Rp 1.905 triliun. Di tahun 2026 lebih dari Rp 2.100 triliun. Jadi kenaikannya itu signifikan gitu. Karena kita lihat perbandingan paling mudanya itu saja,” ujar Rosan kepada awak media belum lama ini.
Baca Juga: ATR 42-500 Hilang Kontak Bawa 11 Orang Terdiri Kru dan Penumpang, Berikut Daftarnya
Selain itu, Rosan optimistis peningkatan investasi pada 2026 juga akan ditopang oleh peran Danantara. Ia menjelaskan, pada tahap awal Danantara fokus menyiapkan organisasi, regulasi, hingga peraturan pemerintah (PP), sehingga investasi baru bisa mulai berjalan pada Oktober 2025. Memasuki 2026, akselerasi investasi diperkirakan akan semakin kuat.
“Di 2026 kami akan berinvestasi lebih banyak lagi, baik di bidang kesehatan, kimia, dan sektor-sektor lainnya,” ujarnya.
Rosan meyakini investasi domestik akan tumbuh lebih tinggi secara tahunan seiring dengan kemudahan perizinan dan akses pembiayaan yang terus diperbaiki. Di sisi lain, investasi asing juga dinilai tetap terjaga karena adanya skema tandem investasi antara investor global dan Danantara.
“Kami sama-sama investasi, sama-sama taking calculated risk. Ini memberikan confidence kepada investor asing,” ujar Rosan.
Dengan berbagai upaya akselerasi tersebut, pemerintah optimistis target investasi Rp 2.100 triliun pada 2026 dapat tercapai dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia menambahkan, dalam 10 tahun terakhir total investasi tercatat sekitar Rp 9.100 triliun, sementara dalam lima tahun ke depan sejak 2024 diproyeksikan bisa menembus lebih dari Rp 13.000 triliun pada 2029.
Meski demikian, Rosan menegaskan pencapaian target tersebut membutuhkan kerja keras yang lebih besar, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global dan persaingan antarnegara dalam menarik modal. Indonesia, menurutnya, kini berhadapan langsung dengan negara-negara tetangga dalam memperebutkan investasi strategis.
Baca Juga: Begini Kronologi Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak dari Kemenhub
“Sekarang kami juga saling bersaing dengan negara-negara terdekat. Contohnya untuk investasi data center, kami berkompetisi dengan Malaysia dan Thailand,” kata Rosan.
Namun, ia menilai Indonesia tetap memiliki keunggulan kompetitif, antara lain dari sisi harga listrik digital yang lebih kompetitif, bonus demografi, serta stabilitas nasional yang relatif terjaga.
Tantangan ke depan, lanjut Rosan, adalah memperkuat kualitas talenta sumber daya manusia agar mampu mendukung kebutuhan industri dan investor.
Selanjutnya: MNC Tourism (KPIG) Raih Dana Segar Rp 78,75 Miliar, Begini Dampak ke Saham
Menarik Dibaca: 12 Buah yang Bisa Turunkan Kolesterol dengan Cepat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News











![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
