kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.988   -10,00   -0,06%
  • IDX 6.122   -26,16   -0,43%
  • KOMPAS100 793   -5,23   -0,65%
  • LQ45 608   -3,65   -0,60%
  • ISSI 212   -0,09   -0,04%
  • IDX30 337   -1,94   -0,57%
  • IDXHIDIV20 427   -0,46   -0,11%
  • IDX80 91   -0,65   -0,71%
  • IDXV30 115   -0,40   -0,35%
  • IDXQ30 110   -0,10   -0,09%

Dirut PLN: Banjir bukan karena listrik dimatikan


Rabu, 11 Februari 2015 / 21:43 WIB
ILUSTRASI. Kandungan asam folat atau vitamin B6 maupun kalsium dalam manfaat jengkol sangat baik untuk ibu hamil dan janin.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basyir membantah penyebab banjir di Jakarta karena listrik untuk pompa mati. Justru menurutnya, listrik dipadamkan karena gardu pembantu kebanjiran.

Hal itu disampaikan Sofyan usai menghadiri rapat terbatas bersama presiden Joko Widodo. Namun demikian, kedepan supaya tidak terulang hal demikian pihakya akan membuat sambungan listrik langsung dari gardu utama ke gardu pompa air.

Tujuannya, agar listrik tetap mengaliri pompa meskipun gardu pembantu kebanjiran. "Kita putus dulu yang kemarin pada banjir, dan kita sambungin langsung ke sana," ujar Sofyan, Rabu (11/2) di Istana Negara, Jakarta.

PLN juga menyarankan agar di setiap gardu pompa dipasangi genset. Supaya ketika air menggenangi diketinggian tertentu listrik secara otomatis mati, kemudian genset menyala. Dengan begitu pompa tetap hidup.

Bukan hanya masalah ketersedian genset saja. Kedua pihak diharapkan saling berkoordinasi. Koordinasi juga tidak hanya cukup dilevel Gubernur dan Dirut tetapi hingga petugas dilapangan.

Karena baik Gubernur maupun Dirut hanya dilapori. Sementara yang bertugas dilapangan ya pegawai masing-masing pihak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×