kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.891   21,00   0,12%
  • IDX 8.933   48,14   0,54%
  • KOMPAS100 1.237   10,64   0,87%
  • LQ45 874   7,62   0,88%
  • ISSI 327   2,50   0,77%
  • IDX30 445   3,86   0,88%
  • IDXHIDIV20 526   5,45   1,05%
  • IDX80 138   1,22   0,90%
  • IDXV30 147   2,70   1,87%
  • IDXQ30 143   1,17   0,82%

Dirut PLN: Banjir bukan karena listrik dimatikan


Rabu, 11 Februari 2015 / 21:43 WIB
Dirut PLN: Banjir bukan karena listrik dimatikan
ILUSTRASI. Kandungan asam folat atau vitamin B6 maupun kalsium dalam manfaat jengkol sangat baik untuk ibu hamil dan janin.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basyir membantah penyebab banjir di Jakarta karena listrik untuk pompa mati. Justru menurutnya, listrik dipadamkan karena gardu pembantu kebanjiran.

Hal itu disampaikan Sofyan usai menghadiri rapat terbatas bersama presiden Joko Widodo. Namun demikian, kedepan supaya tidak terulang hal demikian pihakya akan membuat sambungan listrik langsung dari gardu utama ke gardu pompa air.

Tujuannya, agar listrik tetap mengaliri pompa meskipun gardu pembantu kebanjiran. "Kita putus dulu yang kemarin pada banjir, dan kita sambungin langsung ke sana," ujar Sofyan, Rabu (11/2) di Istana Negara, Jakarta.

PLN juga menyarankan agar di setiap gardu pompa dipasangi genset. Supaya ketika air menggenangi diketinggian tertentu listrik secara otomatis mati, kemudian genset menyala. Dengan begitu pompa tetap hidup.

Bukan hanya masalah ketersedian genset saja. Kedua pihak diharapkan saling berkoordinasi. Koordinasi juga tidak hanya cukup dilevel Gubernur dan Dirut tetapi hingga petugas dilapangan.

Karena baik Gubernur maupun Dirut hanya dilapori. Sementara yang bertugas dilapangan ya pegawai masing-masing pihak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×