kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Desain ekonomi harus bertopang manufaktur


Senin, 04 Mei 2015 / 19:53 WIB
ILUSTRASI. Cuaca besok Kamis (23/11) di wilayah Jawa Timur diprediksi BMKG akan cerah hingga hujan ringan


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi industri manufaktur besar dan sedang pada triwulan pertama 2015 naik 5,05% dibanding periode yang sama tahun lalu. Indeks produksi manufaktur triwulan I-2015 tercatat 122,81. Pada triwulan I 2014 indeks tercatat 116,91.

Kepala Ekonom Bank Tabungan Negara (BTN) Agustinus Prasetyantoko berpendapat, pertumbuhan industri manufaktur memperlihatkan adanya perubahan positif. Sektor manufaktur harus didorong untuk bisa menggantikan sektor komoditas.

Permasalahan ekonomi Indonesia saat ini adalah tingkat ketergantungan yang tinggi pada sektor komoditas. Maka dari itu, industri manufaktur harus terus didorong agar bernilai tambah tinggi. "Harus didukung dan didesain ekonomi kita lebih banyak ditopang pada sisi ekspor dari sisi manufaktur," ujar Prasetyantoko ketika dihubungi KONTAN, Senin (4/5).

Selama ini sektor manufaktur belum cukup kokoh untuk menopang dinamika ekonomi. Meskipun industri manufaktur masih tumbuh 5%, dirinya melihat ekonomi triwulan I 2015 yang akan dirilis oleh BPS Selasa (5/5) berpotensi tumbuh 4,9%. Hingga akhir tahun ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,2%-5,3% jika pengeluaran pemerintah meningkat pada triwulan dua, tiga, dan empat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×