kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Daya beli menurun, ini usulan Kadin ke pemerintah


Senin, 06 November 2017 / 20:55 WIB


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, konsumsi rumah tangga periode Juli-September 2017 tumbuh 4,93% yoy. Angka itu melambat dibanding kuartal ketiga 2016 yang sebesar 5,01% yoy dan dibanding kuartal kedua 2017 yang sebesar 4,95% yoy.

Melihat hal ini, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani melihat masyarakat masih cenderung menahan konsumsi rumah tangga, dana tersebut hanya di saving. Ini dia bilang bisa dilihat dari dana yang cukup besar tertampung di perbankan ketimbang kuartal dan tahun sebelumnya.

Dia melihat sikap menahan diri masyarakat ini dari berbagai hal. Salah satunya menurutnya karena agresivitas perpajakan. Namun ia tak memungkiri demand dari konsumsi rumah tangga sedang rendah.

"Jadi itu yang membuat mereka menahan diri dulu, tapi tidak bisa dipungkiri mulai tahun depan, tahun politik akan menahan diri juga," ujar Rosan, Senin (6/11).

Pemerintah mempunyai pekerjaan rumah untuk mendorong lebih tinggi konsumsi rumah tangga masyarakat di kuartal IV tahun ini. Rosan menilai, dibutuhkan stimulus perpajakan untuk menggenjot konsumsi rumah tangga.

"Kita kasih usulan ke pemerintah agar orang belanja kebutuhan sehar-hari tidak usah bayar PPN selama seminggu, biar orang belanja digenjot dulu konsumsinya," pungkas dia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×