kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.543   43,00   0,25%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Daya beli menurun, ini usulan Kadin ke pemerintah


Senin, 06 November 2017 / 20:55 WIB


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, konsumsi rumah tangga periode Juli-September 2017 tumbuh 4,93% yoy. Angka itu melambat dibanding kuartal ketiga 2016 yang sebesar 5,01% yoy dan dibanding kuartal kedua 2017 yang sebesar 4,95% yoy.

Melihat hal ini, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani melihat masyarakat masih cenderung menahan konsumsi rumah tangga, dana tersebut hanya di saving. Ini dia bilang bisa dilihat dari dana yang cukup besar tertampung di perbankan ketimbang kuartal dan tahun sebelumnya.

Dia melihat sikap menahan diri masyarakat ini dari berbagai hal. Salah satunya menurutnya karena agresivitas perpajakan. Namun ia tak memungkiri demand dari konsumsi rumah tangga sedang rendah.

"Jadi itu yang membuat mereka menahan diri dulu, tapi tidak bisa dipungkiri mulai tahun depan, tahun politik akan menahan diri juga," ujar Rosan, Senin (6/11).

Pemerintah mempunyai pekerjaan rumah untuk mendorong lebih tinggi konsumsi rumah tangga masyarakat di kuartal IV tahun ini. Rosan menilai, dibutuhkan stimulus perpajakan untuk menggenjot konsumsi rumah tangga.

"Kita kasih usulan ke pemerintah agar orang belanja kebutuhan sehar-hari tidak usah bayar PPN selama seminggu, biar orang belanja digenjot dulu konsumsinya," pungkas dia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×