kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.915   -73,00   -0,41%
  • IDX 6.102   -19,37   -0,32%
  • KOMPAS100 790   -3,64   -0,46%
  • LQ45 605   -3,23   -0,53%
  • ISSI 212   -0,14   -0,06%
  • IDX30 335   -1,98   -0,59%
  • IDXHIDIV20 427   0,19   0,04%
  • IDX80 90   -0,38   -0,42%
  • IDXV30 116   0,32   0,28%
  • IDXQ30 109   -0,17   -0,16%

Data Penerima Bansos Pakai AI, Mulai Diterapkan Tahun Depan


Rabu, 30 September 2026 / 14:33 WIB
Data Penerima Bansos Pakai AI, Mulai Diterapkan Tahun Depan
ILUSTRASI. Luhut B Pandjaitan (KONTAN/Lailatul Anisah)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah tengah merombak data penerima bantuan sosial (bansos) menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menekan penyaluran bansos yang tidak tepat sasaran. 

Kepala Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan menyebut, perbaikan data ditargetkan bisa rampung di akhir tahun ini dan bisa mulai dipakai untuk menyalurkan bansos pada periode kuartal pertama di tahun 2027. 

"Perbaikan data ditargetkan akhir tahun ini, dan untuk tahun 2027 kita bagi bansos. Kita akan coba di kuartal pertama kita bagi bansos," jelas Luhut dalam konferensi pers di Kantor Kemensos, Rabu (30/9/2026). 

Baca Juga: Subsidi Energi di APBN 2027 Mencapai Rp 261,5 Triliun, DPR: Harus Tepat Sasaran

Dalam kesempatan sebelumnya Luhut menyebut digitalisasi bansos ini sudah dilakukan pilot project di Kabupaten Banyuwangi dan tengah diperluas di beberapa kabupaten/kota lainnya. 

Ia bilang, skema penyaluran bansos nantinya juga akan dirombak menjadi tranfer tunai langsung kepada penerima manfaat alias sudah tidak lagi diberikan dalam bentuk barang. 

"Nanti ke depan, kita ini dalam overtime, mungkin dalam 1-2 tahun ke depan, subsidi itu akan kita, saya adalah Pak Presiden, tidak lagi pada barang. Langsung pada manusia, jadi cash," tegasnya. 

Sementara itu, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan, digitaliasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk lebih transparan dalam penyaluran bansos. Masyarakat juga diperbolehkan mengajukan diri menjadi penerima bansos yang nantinya akan langsung diverifikasi oleh sistem. 

Kata Gus Ipul, sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) ini nantinya yang akan menentukan apakah masyarakat tersebut layak dan memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan dari pemerintah. 

"Jadi teknologi ini dihadirkan supaya bansos diterima mereka yang lebih berhak dan memenuhi kriteria," ujarnya.

Baca Juga: Pemerintah Janjikan Sederet Insentif Pajak di 2026, Ini Daftarnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×