kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Darmin Nasution sebut komoditas pertanian paling sulit ditangani


Jumat, 18 Oktober 2019 / 22:15 WIB
ILUSTRASI. Menko Perekonomian Darmin Nasution (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan seusai menggelar rapat koordinasi tingkat menteri mengenai Evaluasi Kebijakan Penurunan Tarif Angkutan Udara di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (8/7/2019). Pemer


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku, beragam macam komoditas di sektor pertanian menjadi hal yang sulit dikendalikan selama bekerja di bawah kabinet kerja.

Dia menyebut, komoditas tersebut antara lain beras, gula, daging, bawang putih hingga telur. "Intinya memang pertanian," ujar Darmin, Jumat (18/10).

Baca Juga: Beragam kesan sejumlah menteri terhadap sosok Darmin Nasution

Menurut Darmin, alasan mengapa komoditas-komoditas tersebut sulit ditangani karena berkaitan dengan data. Dia menjelaskan, kementerian terkait kerap tak sepakat terkait masalah data. Padahal, menurutnya bila data tidak disepakati maka akan muncul masalah lain.

Terkait dengan data beras, Darmin menyebut sudah mulai ada perbaikan. Tetapi, ke depan, akan ada perbaikan-perbaikan lebih lanjut supaya data perberasan lebih akurat.

Darmin mengaku memutuskan melakukan impor kalau memang pasokan di dalam negeri dianggap tidak mencukupi.

Baca Juga: Pertumbuhan ekonomi kuartal tiga diproyeksi berat menembus 5%

Walaupun mengundang pro dan kontra dari banyak pihak, tetapi Darmin berpendapat impor yang dilakukan berhasil menstabilkan tingkat inflasi dalam beberapa waktu terakhir.

"Kita bisa lihat inflasinya 3,2%-3,3%, belum pernah republik kita menikmati stabilitas seperti itu dalam waktu 5 tahun berturut-turut," kata Darmin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×