kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Dapatkan tarif bea masuk 0%, Kemendag optimistis perkecil defisit dengan Australia


Selasa, 23 Maret 2021 / 15:46 WIB
ILUSTRASI. Kemendag melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Sydney memfasilitasi penandatanganan MoU antara Business Auto Solutions Pty Ltd (BAS) selaku distributor utama pelumas produksi Pertamina dengan ASV Euro Car Parts Pty Ltd (ASV) senilai AUD 6 juta.


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Noverius Laoli

Di sisi ekspor, Nina menjelaskan bahwa ada kenaikan ekspor Indonesia ke Australia setelah IA-CEPA diimplementasikan Juli 2020 lalu. Meskipun saat ini Indonesia masih mengalami defisit neraca dagang dari Australia. "Dalam tahun pertama masa berlakunya ini sudah mengurangi defisit," jelas Nina.

Berdasarkan data Kemendag pada 2020 lalu, ekspor Indonesia ke Australia naik 7,63% dengan angka US$ 2,5 miliar. Dengan ekspor yang turun 15,75% di angka US$ 4,6 miliar, defisit Indonesia ikut turun 32,24% di angka US$ 2,1 miliar.

"Kita harapkan di tahun 2021 ini ekspor semakin meningkat lagi dan defisit semakin mengecil," ungkap Nina.

Meski begitu, Nina juga tak mengabaikan faktor pandemi virus corona (Covid-19) yang menekan ekonomi Indonesia. Sehingga impor Indonesia pada tahun 2020 bisa ikut tertekan.

Selanjutnya: Transaksi Trade Expo Indonesia 2020 lampaui target, Wamendag beberkan strateginya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×