kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Dana Program Ekonomi Nasional terbesar mengalir lewat BUMN


Rabu, 13 Mei 2020 / 08:45 WIB


Reporter: Rahma Anjaeni, Yusuf Imam Santoso | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - Meski pandemi  korona belum usai, Indonesia segera akan menjalankan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Setelah payung hukum berupa Peraturan Pemerintah No 23/ 2020 terbit, Senin (11/5) , pelaksanaan Program PEN kini  tinggal menunggu aturan turunan yang mengaturnya. 

Seperti dokumen yang KONTAN miliki, total kebutuhan dana program ini menelan dana Rp 318,09 triliun. 

Dana ini untuk memenuhi kebutuhan sembilan instrumen kebijakan Program PEN. 

Jika kita petakan lebih detail,  alokasi terbesar pertama, dalam instrumen kebijakan pemerintah adalah stimulus untuk korporasi, utamanya  untuk perusahaan negara, yakni sebesar Rp 118,53 triliun. Angka ini setara 37,62% dari total anggaran PEN. 

Jumlah ini mencakup insentif perpajakan seperti dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 44/2020, penyertaan modal negara (PMN) BUMN, serta dana talangan alias investasi untuk modal kerja BUMN.

Kedua, stimulus untuk masyarakat miskin dengan alokasi dana Rp 94,23 triliun atau setara 29,62% dari total anggaran Program PEN.

Hanya, anggaran ini dialokasikan dalam percepatan pembayaran kompensasi dan penugasan BUMN, yakni Pertamina, PLN, dan Bulog.

SELANJUTNYA>>>




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×