kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.796.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Dahlan minta Dirut Pertamina bicara jujur di KPK


Rabu, 06 November 2013 / 14:36 WIB
ILUSTRASI. KMI Wire and Cable (KBLI) alias Kabel Metal Indonesia akan membagikan dividen tunai Rp 14 miliar ke pemegang sahamnya.


Reporter: Rr Dian Kusumo Hapsari | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Kamis besok (7/11), Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan dijadwalkan kembali menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK sebagai saksi terkait kasus dugaan di lingkungan Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) dengan tersangka mantan Kepala SKK Migas, Rubi Rubiandini. 

Terkait hal tersebut, Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan meminta Karen untuk mengungkap semua perihal yang diketahuinya dalam dugaan suap di SKK Migas.

"Saya minta kepada dirut PT Pertamina (perseroan) untuk blak-blakan secara jujur di KPK apa saja yang dialami. Seandainya ada tekanan-tekanan, diminta apa saja oleh penyidik, buka saja dan jawab. Atau tentang alokasi-alokasi kas ke mana saja, juga buka saja," tutur Dahlan, Rabu (6/11) di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta.

Menurut Dahlan, Karen harus membuka informasi secara terbuka tentang apa saja yang dilakukan oleh Pertamina dalam kegiatan di SKK Migas. Hal itu untuk membantu pengumpulan informasi yang dilakukan penyidik KPK.

"Dirut Pertamina harus jelaskan kesulitan-kesulitan apa saja yang dialami, apakah saat pengambilan minyak, atau apa saja. dan alokasi-alokasi dana Pertamina harus dipaparkan dengan jelas," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×