kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   90.000   3,23%
  • USD/IDR 16.873   -36,00   -0,21%
  • IDX 8.992   -18,15   -0,20%
  • KOMPAS100 1.239   1,44   0,12%
  • LQ45 875   3,69   0,42%
  • ISSI 330   0,16   0,05%
  • IDX30 448   2,63   0,59%
  • IDXHIDIV20 528   6,59   1,26%
  • IDX80 138   0,26   0,19%
  • IDXV30 146   2,21   1,53%
  • IDXQ30 144   1,54   1,08%

Capital inflow besar, stabilitas makro dijaga


Kamis, 13 Maret 2014 / 13:51 WIB
Capital inflow besar, stabilitas makro dijaga
ILUSTRASI. Meski bebas visa ke Turki, ada syarat yang perlu dilengkapi . Simak informasi detailnya


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat arus dana masuk dari awal tahun hingga minggu pertama Maret sebesar Rp 38 triliun. Inflow yang besar dalam investasi portofolio ini tentunya harus diwaspadai dan dijaga karena dapat keluar setiap saat.

Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemerintah menjaga arus modal masuk yang besar dengan stabilitas makro. Fundamental ekonomi Indonesia yang membaik yaitu inflasi dan defisit transaksi berjalan yang menurun harus terus dipertahankan.

"Inilah yang membuat inflow besar," ujar Bambang yang dijumpai di Seminar Fitch Ratings Jakarta, Kamis (13/3).

Di sisi lain, menurut Bambang, pemerintah harus memperkuat basis investor dalam negeri. Perekonomian dalam negeri disiapkan untuk bisa terus berkembang.

Adanya berbagai perjanjian currency yang dilakukan BI seperti Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) dengan Korea Selatan menjadi bagian untuk memperkuat ketahanan dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×