kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

BI: Dampak penguatan rupiah terasa 3-6 bulan lagi


Rabu, 12 Maret 2014 / 20:26 WIB
BI: Dampak penguatan rupiah terasa 3-6 bulan lagi
ILUSTRASI. Pedagang menata bahan makanan yang dijual di Pasar Senen, Jakarta, Selasa (7/6/2022). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Nilai mata uang garuda terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penguatan akhir-akhir ini. Bank Indonesia (BI) melihat dampak penguatan rupiah terhadap kondisi neraca dagang tidak bisa dilihat sekarang ini.

"Kita mesti lihat dampaknya ke 3 sampai 6 bulan akan datang," ujar Gubernur BI Agus Martowardojo yang dijumpai di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Jakarta, Rabu (12/3).

Rupiah yang menguat tentu membuat impor akan kembali aktif. Agus melihat, defisit neraca dagang Januari yang mencapai US$ 430,6 juta bersifat sementara karena musiman.

Dirinya berharap pada data neraca dagang Februari dan Maret 2014 akan menunjukkan perbaikan. Menurut Agus, rupiah yang menguat mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia. Penguatan yang terjadi di dalam negeri menyebabkan arus modal asing banyak masuk. "Kita mengikuti sampai minggu pertama Maret, income dana Rp 38 triliun," tandas Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×