kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.050   50,00   0,28%
  • IDX 5.673   -267,65   -4,51%
  • KOMPAS100 746   -39,75   -5,06%
  • LQ45 565   -24,04   -4,08%
  • ISSI 196   -9,90   -4,81%
  • IDX30 322   -12,28   -3,68%
  • IDXHIDIV20 400   -12,31   -2,99%
  • IDX80 85   -4,09   -4,61%
  • IDXV30 109   -4,20   -3,70%
  • IDXQ30 104   -3,76   -3,48%

Bunga rendah, korporasi bisa swap dollar ke bank sentral


Jumat, 13 Juli 2018 / 16:32 WIB
ILUSTRASI. Likuiditas valas


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasokan dollar Amerika Serikat (AS) dari korporasi yang cukup turut membantu penguatan nilai tukar rupiah. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan korporasi yang ingin memenuhi kebutuhan dollar AS, tak perlu merasa khawatir.

Sebab, "Korporasi yang ingin memenuhi kebutuhan dollarnya segera, tidak semuanya harus dipenuhi dari pasar spot. Juga bisa dipenuhi dari swap kepada BI," kata Perry saat ditemui di Kompleks BI, Jumat (13/7).

Perry mengatakan, tingkat bunga swap di BI cukup rendah. Untuk tingkat bunga swap satu bulan, hanya 6,2%. Sementara tingkat bunga swap tiga bulan, sekitar 7,3%. "Korporasi bisa hubungi bank, bank bisa juga nanti melakukan swap kepada BI," tambah Perry.

Makanya, Perry juga mengimbau kepada perbankan untuk memfasilitasi hal tersebut. Sementara BI memastikan bahwa kebutuhan-kebutuhan dollar baik di pasar spot maupun swap kepada BI bisa terjaga.

BI sendiri memang telah meningkatkan frekuensi lelang foreign exchange swap menjadi tiga kali dalam seminggu, setelah sebelumnya juga telah menaikkan frekuensi menjadi dua kali dalam seminggu. Peningkatan tersebut dilakukan untuk memperkuat likuiditas rupiah yang mulai mengetat selama sebulan terkahir.

Meski demikian, jumlah yang memanfaatkan swap kepada BI masih sedikit. BI mencatat, sepanjang Juli 2018 swap kepada BI oleh korporasi baru mencapai US$ 250 juta. Semuanya, untuk tenor satu bulan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×