kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Bukan OECD, tapi kestabilan politik dan kepastian berusaha jadi penarik dana asing


Sabtu, 20 Juli 2019 / 07:30 WIB
Bukan OECD, tapi kestabilan politik dan kepastian berusaha jadi penarik dana asing

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Sejumlah ekonom menilai upaya pemerintah untuk meningkatkan investasi asing dengan menjadi anggota Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) tahun 2024 bukanlah jaminan. Pasalnya,meskipun investor asing lebih suka tanam modal di negara-negara anggota OECD, tapi stabilitas politik suatu negara juga menjadi faktor penentu.

Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail menilai rencana tersebut tidak akan berdampak banyak terhadap investasi dalam negeri. Alasannya, investasi pada dasarnya dipengaruhi oleh stabilitas politik dan kepastian usaha yang mencakup sinkronisasi regulasi dari pemerintah pusat dan daerah.

Selain itu, untuk masuk menjadi anggota OECD banyak prosedur yang perlu ditaati. “Anggota OECD kebanyakan kumpulan negara megah dan maju, bukan tidak mungkin Indonesia bisa masuk tapi fundamental dalam negeri harus kuat dulu,” kata Mikali kepada Kontan.co.id, Jumat (19/7).

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Muhammad Faisal menambahkan, meski Indonesia tidak masuk ke dalam anggota OECD investor asing masih bisa datang dengan stabilitas ekonomi yang tetap terjaga.

Dia memberikan contoh, Vietnam merupakan negara yang banjir dana asing. Berbagai insentif investasi mereka jalankan guna mengundang investor asing. Padahal, Vietnam bukan anggota OECD.

Namun, Faisal merasa ada nilai positif jika Indonesia terdaftar jadi anggota OECD. “Diharapkan output-nya, Indonesia punya power dan pengakuan dari luar,” kata Faisal kepada Kontan.co.id, Jumat (19/7).





Close [X]
×