kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45700,06   2,33   0.33%
  • EMAS938.000 -0,85%
  • RD.SAHAM 0.36%
  • RD.CAMPURAN 0.15%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.14%

Budi Karya geram harga avtur mahal


Senin, 25 November 2019 / 20:05 WIB
Budi Karya geram harga avtur mahal
ILUSTRASI. Mantan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tiba Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (22/10/2019). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/hp

Reporter: Vendi Yhulia Susanto | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta PT Pertamina menurunkan harga bahan bakar untuk pesawat terbang atau avtur. Jika tidak, Budi Karya mengancam bakal akan mengundang swasta untuk menjual avtur di seluruh bandara di Indonesia agar harga avtur bisa turun.

Budi Karya Sumadi menyebut, akibat harga avtur mahal, harga tiket pesawat di beberapa daerah menjadi ikut mahal. Bahkan kondisi ini membuat, operasional sejumlah bandara terpaksa tutup.

Karena itu, Budi Karya akan menggelar diskusi dengan Kementerian BUMN pekan ini, agar Pertamina bisa menurunkan harga avtur. Budi ingin agar harga avtur ini setara dengan negara negara lain, ia mencontohkan  harga avtur di Jakarta 25% lebih mahal dibandingkan dengan di Singapura.

Baca Juga: Menhub akan undang swasta jika harga avtur masih mahal

Bahkan, di daerah-daerah Budi Karya menyebut harga avtur lebih mahal lagi. "Kalau sampai tidak ada penurunan harga (sampai) bulan Februari akan kami masukkan operator yang lain," kata Budi di Gedung DPR, Senin (25/11).

Managing Director Lion Air Group, Daniel Putut menyebut pihaknya terpaksa menutup beberapa rute penerbangan di daerah. Lion Air telah berkoordinasi dengan Kepala Daerah terkait sejumlah rute penerbangan yang tutup terebut. 

Baca Juga: Pertamina sambut positif rencana Menhub bila perusahaan swasta pasok avtur

Penutupan rute karena permintaan moda transportasi udara sangat rendah akibat harga tiket mahal mengikuti tingginya harga avtur. "Kami memutuskan tidak melakukan penerbangan di kepulauan wilayah Sulawesi. Sampai ada kesepakatan dari semua stakeholder," tandasnya.

Direktur Operasi PT Garuda Indonesia Tbk (GIIA), Bambang Adisurya Angkasa sependapat dengan Daniel. Garuda menutup sejumlah rute seperti Jambi, Batam dan di wilayah Indonesia Timur karena harga avtur mahal. 

Direktur Pemasaran Korporat Pertamina, Basuki Trikora Putra menyebut harga avtur mahal lantaran, rantai distribusi di Indonesia terbilang kompleks. Selain itu, penetapan harga avtur mengacu Mean of Platts Singapore (MOPS). "Harga avtur berbeda-beda tiap wilayah," katanya.

Tapi Basuki menyanggah bahwa Pertamina memonopoli penjualan avtur di Indonesia. BPH Migas juga sudah terbuka kesempatan kepada badan usaha lain untuk jualan avtur di seluruh Indonesia.




TERBARU
Terpopuler

Close [X]
×