kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.185   38,00   0,21%
  • IDX 5.266   -106,96   -1,99%
  • KOMPAS100 682   -13,68   -1,97%
  • LQ45 533   -9,14   -1,69%
  • ISSI 179   -4,42   -2,41%
  • IDX30 300   -4,55   -1,49%
  • IDXHIDIV20 399   -1,83   -0,46%
  • IDX80 79   -1,55   -1,93%
  • IDXV30 111   -0,19   -0,17%
  • IDXQ30 101   -0,86   -0,84%

BRIN Manfaatkan Limbah Sawit Untuk Diubah Jadi Biogas, Potensi Listrik 3,9 Gigawatt


Selasa, 27 Oktober 2026 / 19:17 WIB
BRIN Manfaatkan Limbah Sawit Untuk Diubah Jadi Biogas, Potensi Listrik 3,9 Gigawatt
ILUSTRASI. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria (KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi pemanfaatan limbah kelapa sawit menjadi energi alternatif. Langkah ini berpotensi mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, potensi energi dari limbah cair pengolahan sawit atau palm oil mill effluent (POME) dan tandan kosong kelapa sawit dapat mencapai 3,9 gigawatt (GW) apabila dikonversi menjadi listrik. 

“Kalau kita lihat potensi dari POME, potensi dari tandan kosong sawit, total itu bisa mencapai kurang lebih sekitar 3,9 gigawatt,” ujar Arif di Istana Kepresidenan, Selasa (27/10/2026). 

Baca Juga: Pukulan Ganda dari Harga Minyak dan Rupiah Menambah Beban APBN dan Menekan Ekonomi

Arif menegaskan rencana pengembangan limbah sawit menjadi sumber energi alternatif ini telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. 

Menurut Arif, potensi tersebut perlu dikembangkan karena limbah sawit tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi, tetapi juga berkaitan dengan persoalan lingkungan. 

Arif bilang, POME dapat menghasilkan gas metana yang berkontribusi terhadap efek rumah kaca apabila tidak dikelola dengan baik.

Karena itu, BRIN mendorong pengembangan teknologi yang memungkinkan limbah tersebut diolah menjadi biogas. Pemanfaatan ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah dari limbah industri kelapa sawit sekaligus menyediakan sumber energi alternatif.

Namun, pengembangan teknologi tidak berhenti pada produksi biogas. BRIN juga berupaya mengembangkan teknologi agar gas yang dihasilkan dapat disimpan dan dimanfaatkan dalam bentuk tabung, sehingga penggunaannya bisa lebih luas.

Arif mengatakan, BRIN telah memperkenalkan teknologi Metal-Organic Framework (MOF), yaitu material berpori yang berpotensi menyimpan gas dalam jumlah lebih besar. Teknologi tersebut menjadi salah satu pendekatan yang dikembangkan untuk mendukung pemanfaatan biogas.

“Jadi kami tadi sudah menyampaikan, mengenalkan teknologi baru Metal-Organic Framework (MOF), yang itu bisa menjadi material untuk menyimpan gas dalam jumlah yang lebih besar lagi,” katanya.

Baca Juga: Konflik Selat Homuz Diperkirakan Berlanjut 2-3 Tahun, DEN Melihat Peluang Investasi

Arif menyebut, pengembangan biogas dalam bentuk tabung berpotensi menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor. Ia menyampaikan bahwa nilai impor LPG Indonesia mencapai sekitar Rp 97 triliun per tahun.

“Dengan adanya biogas yang bisa dikonversi menjadi gas tabung, saya kira ini akan menjadi salah satu solusi energi kita ke depan,” ungkap Arif. 

Sebelumnya, dalam beberapa kesempatan Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan  berbagai energi alternatif. 

Prabowo menyebut, salah satu komoditas yang akan digenjot untuk menjadi sumber energi yakni berasal dari kelapa sawit. 

Menurut dia, Indonesia telah mampu memproduksi solar berbasis kelapa sawit dan juga mengembangkan bensin dengan bahan baku serupa.

Prabowo sebelumnya menyebut Indonesia tidak lagi mengimpor solar sejak 1 Juli 2026. Menurut dia, capaian tersebut tidak terlepas dari pengembangan bahan bakar berbasis kelapa sawit.

“Dari fakultas-fakultas teknik kita sudah berhasil membuat solar dari kelapa sawit. Dan sudah bisa membuat bensin dari kelapa sawit,” katanya dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). 

Setelah mendorong pemanfaatan kelapa sawit sebagai bahan baku energi, pemerintah kini juga akan mengembangkan pemanfaatan batu bara untuk produksi bensin.

Rencana produksi bensin dari batu bara tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional. Prabowo menilai kemampuan memenuhi kebutuhan energi dari dalam negeri menjadi semakin penting di tengah kondisi global yang masih diwarnai konflik dan ketidakpastian.

“Ini membuktikan bahwa apa yang sudah lama saya utarakan: kita harus swasembada pangan, kita harus swasembada energi. Kita tidak boleh bergantung kepada bangsa lain,” ujar Prabowo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×