kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.007,42   12,20   1.23%
  • EMAS981.000 0,41%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

BRIN Angkat Bicara soal Bumi Berputar Lebih Cepat dan Hari Jadi Lebih Pendek


Senin, 08 Agustus 2022 / 11:44 WIB
BRIN Angkat Bicara soal Bumi Berputar Lebih Cepat dan Hari Jadi Lebih Pendek
ILUSTRASI. Pada tanggal 29 Juni 2022, para ilmuwan mencatat hari terpendek sejak tahun 1960-an.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada tanggal 29 Juni 2022, para ilmuwan mencatat hari terpendek sejak tahun 1960-an. Dikutip dari The Guardian, hal tersebut ditemukan ketika para ilmuwan mulai mengukur putaran rotasi Bumi dengan jam atom presisi tinggi. 

Pada umumnya, Bumi menyelesaikan satu putaran penuh pada porosnya setiap 24 jam. Putaran tersebut menandai pergantian hari dari siklus matahari terbit dan terbenam yang telah terjadi selama miliaran tahun. 

Akan tetapi pada 29 Juni 2022, tengah malam tiba 1,59 milidetik lebih cepat daripada biasanya. 

Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir Bumi telah mencatatkan banyak kejadian hari yang pendek. 

Lantas, kenapa fenomena tersebut dapat terjadi? 

Baca Juga: Mengenal Rotasi dan Revolusi Bumi, Perbedaan, serta Dampak yang Ditimbulkan

Penjelasan BRIN 

Saat dikonfirmasi, peneliti utama bidang astronomi dan astrofisika BRIN Thomas Djamaluddin membenarkan adanya fenomena Bumi berotasi lebih cepat. 

"Benar, dari catatan pantauan lama hari berdasarkan jam atom," kata Thomas kepada Kompas.com, Minggu (7/8/2022). 
Thomas mengatakan bahwa Bumi dapat berotasi lebih lambat ataupun lebih cepat dari waktu 24 jam. Meskipun begitu, perhitungan waktu pecepatan dan perlambatan Bumi memiliki orde milidetik atau seperseribu detik. 

Thomas menerangkan bahwa selama periode Juni sampai Juli 2022 terdapat beberapa hari di mana Bumi berotasi secara cepat dengan catatan waktu yang berbeda. 

Namun puncaknya terjadi pada 29 Juni 2022 dengan waktu percepatan hari 1,59 milidetik. 

Baca Juga: Pengertian, perbedaan, juga dampak rotasi dan revolusi Bumi

"Berturutan beberapa hari, tetapi nilainya berbeda-beda. Pada 29 Juni 2022 rekor tahun ini," jelas Thomas. 

Thomas mengungkapkan jika penyebab perlambatan rotasi Bumi karena efek pasang surut Bulan. Namun, untuk percepataan rotasi Bumi sampai sekarang belum diketahui pasti penyebabnya. 

"Banyak faktor yang diduga mempengaruhinya terkait dengan jari-jari bumi yang mengecil, melelehnya gunung-gunung es, penyusupan lempeng benua penyebab gempa, dan lainnya," ujar Thomas. 

Meskipun begitu, fenomena percepatan rotasi Bumi tidak akan berdampak pada kondisi Bumi karena hanya mempercepat seperseribu detik saja. 

"Karena ordenya hanya milidetik. Tetapi mungkin berpengaruh pada koreksi detik kabisat atau leap second yang waktunya tidak tertentu," pungkas Thomas.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Fenomena Bumi Berputar Lebih Cepat dan Hari Jadi Pendek, Ini Penjelasan BRIN"
Penulis : Taufieq Renaldi Arfiansyah
Editor : Rendika Ferri Kurniawan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×