kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.872   26,00   0,15%
  • IDX 8.956   18,83   0,21%
  • KOMPAS100 1.235   6,14   0,50%
  • LQ45 872   3,84   0,44%
  • ISSI 326   1,78   0,55%
  • IDX30 442   2,47   0,56%
  • IDXHIDIV20 520   3,14   0,61%
  • IDX80 138   0,77   0,56%
  • IDXV30 145   0,95   0,66%
  • IDXQ30 141   1,01   0,72%

BPS: Kenaikan ekspor 2017 tidak bersifat temporer


Jumat, 15 Desember 2017 / 14:13 WIB
BPS: Kenaikan ekspor 2017 tidak bersifat temporer


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai ekspor November 2017 yang tercatat sebesar US$ 15,28 miliar menjadi nilai ekspor bulanan tertinggi sejak Oktober 2014 yang dicatatkan Badan Pusat Statistik (BPS).

Terlebih, sejak Januari hingga November 2017, nilai ekspor hampir selalu lebih tinggi dibanding tahun 2016, kecuali di Juni yang mengalami penurunan. Secara bulan ke bulan pun nilainya cenderung meningkat.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, kenaikan itu dipengaruhi oleh harga komoditas yang mulai meningkat. Harapannya lanjut dia, kenaikannya bukan bersifat temporer, melainkan lantaran tren yang meningkat.

Sebab, "Kalau ini (kenaikan nilai ekspor bulan ke bulan) terjadi hanya satu atau dua bulan, saya akan bilang ini temporary," kata Suhariyanto, Jumat (15/12).

Lebih lanjut ia menjelaskan, di akhir tahun kinerja ekspor juga cenderung meningkat meski banyaknya hari libur di bulan Desember. Ekspor November ke Desember tahun 2016 naik 2,44%. Ekspor November ke Desember tahun 2014 dan 2015 juga demikian.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, kenaikan ekspor menunjukkan kinerja ekspor yang semakin menguat meski hal itu disebabkan oleh peran harga komoditas. Pihaknya memperkirakan, volume perdagangan dunia yang baik di tahun ini akan bertahan hingga tahun depan.

"Di 2017 ini perbaikannya kelihatan sangat berarti. Kalau hal ini bisa dipertahankan maka akan baik untuk 2018. Jadi kami melihat ekspor dan investasi akan memberi peran yang baik bagi ekonomi di 2018," kata Agus.

Pihaknya juga berharap, ke depan produk manufaktur bisa lebih aktif berperan dalam kinerja ekspor Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×