kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.825.000   20.000   0,71%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

BPS: Impor Februari 2021 sebesar US$ 13,26 miliar, naik 14,86% dari tahun lalu


Senin, 15 Maret 2021 / 11:50 WIB
ILUSTRASI. BPS: Impor Februari 2021 sebesar US$ 13,26 miliar, naik 14,86% dari tahun lalu


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor pada bulan Februari 2021 sebesar US$ 13,26 miliar. Jumlah ini meningkat 14,86% year on year (yoy) dari impor bulan Februari 2020 yang sebesar US$ 11,55 miliar. 

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, peningkatan impor secara tahunan ini merupakan hal yang baik. Karena, ini merupakan pertumbuhan positif pertama sejak bulan Juni 2019 yang pada waktu itu tumbuh 2,02% yoy. 

“Jadi, pada Februari 2021 ini pertama kalinya kita tumbuh positif secara tahunan, setelah selama ini mengalami tumbuh negatif. Ini indikasi yang bagus,” ujar Suhariyanto, Senin (15/3) via video conference. 

Baca Juga: BPS: Ekspor Februari 2021 sebesar US$ 15,27 miliar, naik 8,56% dari tahun lalu

Suhariyanto bilang, peningkatan impor secara tahunan ini didukung oleh peningkatan impor non minyak dan gas (non migas) sebesar 22,03% yoy. Meski, impor migas pada bulan Februari 2021 mengalami penurunan 25,37% yoy. 

Sayangnya, nilai impor Februari 2021 bila dibandingkan dengan nilai pada bulan Januari 2021 yang sebesar US$ 13,33 miliar, tercatat tumbuh negatif 0,49% mom.  

Penurunan impor secara bulanan ini didorong oleh penurunan impor migas sebesar 15,95% mom, di tengah peningkatan impor non migas sebesar 1,54% mom. 

Selanjutnya: Neraca Dagang Februari Diprediksi Surplus Karena Impor Masih Lesu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×