kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

BPS Catat Neraca Perdagangan RI Surplus US$ 3,87 Miliar pada Januari 2023


Rabu, 15 Februari 2023 / 12:13 WIB
ILUSTRASI. Suasana aktifitas bongkar muat di Makassar New Port (MNP), Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (26/1/2023). BPS Catat Neraca Perdagangan RI Surplus US$ 3,87 miliar pada Januari 2023.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Neraca perdagangan Indonesia masih mengalami surplus pada bulan Januari 2023. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, surplus neraca perdagangan Indonesia pada periode tersebut sebesar US$ 3,87 miliar.

Surplus neraca perdagangan ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan surplus neraca dagang pada Januari 2022 yang sebesar US$ 0,93 miliar.

Baca Juga: Tiga Negara Ini Penyumbang Terbesar Surplus Neraca Perdagangan Indonesia di Januari

Deputi Bidang Statistik Produksi M. Habibullah mengatakan bahwa dengan capaian surplus pada awal tahun 2023 tersebut, berarti neraca perdagangan Indonesia surplus terus sejak Mei 2020.

“Ini berarti neraca perdagangan mencatatkan surplus selama 33 bulan berturut-turut,,” tutur Habibullah dalam konferensi pers, Rabu (15/2).

Adapun surplus neraca perdagangan pada Januari 2023 disebabkan nilai ekspor yang lebih tinggi daripada nilai impor. 

Adapun nilai ekspor Indonesia pada periode tersebut tercatat sebesar US$ 22,31 miliar dan nilai impor tercatat sebesar US$ 18,44 miliar.

Baca Juga: Ekonom Ramal Neraca Perdagangan Januari 2023 Surplus US$ 2,99 Miliar

Habibullah juga mengatakan, surplus neraca perdagangan ini juga ditopang oleh neraca komoditas non migas yang mengalami surplus US$ 5,29 miliar.

Penyumbang utamanya adalah komoditas Bahan Bakar Mineral HS 27, lemak dan minyak hewan/nabati HS 15, serta besi dan baja HS 72.

Sementara itu, neraca komoditas migas mengalami defisit US$ 1,42 miliar dengan penyumbang utamanya adalah minyak mentah dan hasil minyak.

Adapun tiga negara yang menyumbang surplus neraca perdagangan tersebut adalah Amerika Serikat, Filipina, dan India.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×