kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

BNPB Buka Peluang Bantuan Asing untuk Tangani Karhutla


Rabu, 21 Oktober 2026 / 22:31 WIB
BNPB Buka Peluang Bantuan Asing untuk Tangani Karhutla
ILUSTRASI. Kualitas udara di Palembang berbahaya (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membuka peluang menerima bantuan dari negara lain untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. 

Kepala BNPB Kristomei Sianturi mengatakan, sejumlah negara telah menawarkan bantuan untuk mendukung upaya penanganan karhutla. Salah satunya Singapura yang telah menyampaikan penawaran bantuan kepada pemerintah Indonesia.

"Ya, sudah ada beberapa negara yang menawarkan kepada kita. Saat ini memang kita butuh waktu untuk menginventarisasi kebutuhan apa saja," ujar Kristomei saat ditemui di Istana Kepresidenan, Rabu (21/10/2026). 

Kristomei menjelaskan, pemerintah akan memprioritaskan bantuan yang belum tersedia di dalam negeri dan dinilai efektif untuk mempercepat penanganan kebakaran. Dengan begitu, bantuan dari negara lain diharapkan dapat melengkapi kapasitas yang sudah dimiliki Indonesia.

"Jadi bantuan itu biar maksimal, tepat guna, tepat sasaran," lanjutnya. 

Adapun bantuan yang ditawarkan Singapura antara lain masker, air minum, dan pesawat Hercules C-130. Meski demikian, BNPB belum memutuskan jenis bantuan yang akan dimanfaatkan karena masih mengevaluasi kesesuaiannya dengan kebutuhan operasional.

Baca Juga: Kemenhut Jatuhkan Sanksi ke 32 Perusahaan, Lima Izin Dicabut akibat Karhutla

Kristomei menegaskan, pemerintah tidak akan meminta bantuan untuk peralatan yang sebenarnya sudah tersedia di dalam negeri. Menurutnya, pengadaan atau peminjaman peralatan dari negara lain perlu mempertimbangkan efektivitas penggunaannya.

Kristomei bilang, kebutuhan bantuan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan peralatan, tetapi juga kemampuan teknologi untuk mendukung operasi penanganan karhutla. BNPB akan menilai teknologi yang ditawarkan, terutama jika dapat membantu mempercepat pemadaman api.

"Teknologi dong, alat dan teknologi ya. Kalau manusia, SDM-nya banyak," kata Kristomei. 

Salah satu aspek yang menjadi pertimbangan adalah penggunaan pesawat untuk mendukung operasi modifikasi cuaca. Kristomei menjelaskan, tidak semua pesawat dapat digunakan secara optimal untuk membawa material yang dibutuhkan dalam operasi tersebut karena terdapat batasan teknis dan kapasitas angkut.

Ia mencontohkan, penggunaan pesawat tertentu memiliki keterbatasan dalam membawa dry ice. Karena itu, BNPB perlu menghitung kapasitas pesawat dan efektivitas operasional sebelum menentukan jenis peralatan yang dibutuhkan. 

Kristomei menegaskan pemerintah juga terbuka terhadap tawaran bantuan dari negara lain terkait hal ini jika hasil inventarisasi menunjukkan adanya kebutuhan yang belum dapat dipenuhi oleh kemampuan dalam negeri.

Baca Juga: Atasi Kabut Asap Karhutla, BNPB Semai 2,4 Ton Dry Ice di Langit Sumatera

"Kalau memang kita butuh dan kita tidak punya, ya why not. Tapi kalau kita punya, kenapa harus kita minta?" ujarnya. 

Sebelumnya, Presiden Indonesia Prabowo Subianto setuju untuk menerima bantuan dari negara-negara tetangga guna menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Presiden telah memberikan persetujuannya, dan hal ini sedang dibahas di tingkat teknis di dalam BNPB," ujar Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, sebagaimana terdengar dalam rekaman suara yang dibagikan oleh kementeriannya pada hari Jumat (16/10/2026) yang dilansir dari Reuters. 

Asal tahu saja, Indonesia menuai kritik tajam setelah kebakaran hutan hebat yang berlangsung selama berbulan-bulan menyebabkan gangguan pernapasan bagi ratusan ribu orang dan menyebarkan kabut asap tebal ke negara-negara tetangga, yang mengakibatkan penutupan sekolah di Malaysia dan Timor Leste. 

Bulan lalu, Malaysia menawarkan untuk mengerahkan tiga helikopter, satu pesawat terbang, dan 52 personel guna membantu memadamkan kebakaran, namun belum ada tindak lanjut sejak saat itu. 

Singapura, yang juga terdampak parah oleh kabut asap, menyatakan kesiapannya untuk turut membantu dalam upaya penanggulangan kebakaran tersebut.

Baca Juga: Prabowo Singgung Negara Lain Remehkan RI Soal Karhutla, Janji Bakal Buka Perusahaan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×