kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

BKF: PMI Manufaktur Indonesia Tampil Ekspansif di Desember 2021


Senin, 03 Januari 2022 / 20:01 WIB
ILUSTRASI. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi Covid-19 di Indonesia yang makin terkendali dalam tiga bulan terakhir telah mendorong aktivitas sektor riil. Industri manufaktur sebagai salah satu kontributor utama Produk Domestik Bruto (PDB) juga terus mengalami penguatan seiring dengan kuatnya aktivitas ekspor.

Lihat saja, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur bulan Desember 2021 kembali berada dalam tren ekspansif setelah mencapai level 53,5. Ini menandakan adanya peningkatan aktivitas produksi selama empat bulan berturut-turut.

Pada level global, PMI Manufaktur Indonesia relatif lebih baik dibandingkan beberapa negara Asia seperti Korea Selatan yang berada di 51,9, Filipina di level 51,8 dan Malaysia dengan level 52,8.

Selain itu, PMI yang berada di zona ekspansif ini juga menunjukkan bahwa aktivitas industri terus meningkat setelah terjadi pelonggaran pembatasan aktivitas pada pertengahan tahun 2021 silam.

Baca Juga: Indeks Manufaktur Turun di Desember 2021, Kenaikan Harga Komoditas Jadi Penyebab

“PMI yang terus berada di zona ekspansif ini mengindikasikan bahwa aktivitas manufaktur di sepanjang Triwulan IV 2021 sangat tinggi dan kita berhasil keluar dari tekanan di masa puncak varian Delta dengan cepat,” ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Senin (3/1).

Pencapaian ini juga ditandai oleh pertumbuhan output yang terus membaik, terutama didukung oleh peningkatan permintaan ekspor dari negara mitra dagang. Pertumbuhan output juga naik dan menjadi pertumbuhan tercepat ketiga sepanjang sejarah.

Perbaikan ini semakin mendorong optimisme pelaku usaha dalam menghadapi sejumlah risiko di tahun 2022, seperti tingginya ketidakpastian terkait pandemi Covid-19, serta meningkatnya bahan baku dan biaya logistik akibat gangguan di sisi supply.

Dengan PMI yang terus melanjutkan tren ekspansif, sektor manufaktur nasional diperkirakan akan terus menguat di tahun 2022 seiring dengan pemulihan permintaan domestik dan ekspor. Di sisi lain, arus pasokan bahan baku juga diproyeksikan akan membaik, sehingga tingkat optimisme bisnis pada tahun 2022 diperkirakan meningkat.

“Secara umum, rilis PMI Manufaktur Desember menunjukkan bahwa sentimen sektor usaha semakin menguat karena perbaikan proyeksi ekonomi ke depan, seiring semakin terkendalinya pandemi,” lanjut Febrio.




TERBARU

[X]
×