kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BI: Tahun depan, inflasi berkisar 4,9%


Jumat, 14 Desember 2012 / 16:19 WIB
ILUSTRASI. Redakan Asma dengan Mengonsumsi 5 Makanan Sehat ini


Reporter: Anna Suci Perwitasari, Annisa Aninditya Wibawa |

JAKARTA. Bank Indonesia memprediksi inflasi pada 2013 sebesar 4,9 %. Direktur Eksekutif Departemen Riset dan Kebijakan Moneter Perry Warjiyo menyebut, angka ini sudah memperhitungkan tambahan dampak kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) dan Upah Minimum Provinsi (UMP).

"Rinciannya, kenaikan TDL berimbas kenaikan sebesar 0,2 % dan UMP 0,25 %," katanya. BI hanya menggunakan dua indikator tersebut mengingat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) belum juga diputuskan.

Tetapi, BI sudah menyiapkan skema kenaikan inflasi jika kenaikan BBM tersebut diberlakukan. “Tergantung besarannya kenaikan. Kalau naiknya Rp 500, dampaknya 0,3%, kalau naik Rp 1.000 dampaknya 0,6% dan begitu seterusnya,” jelasnya.

Menurutnya, rencana pengenaan cukai pada minuman bersoda tidak akan berdampak terlalu besar.

Disebut Perry, Desember ini merupakan inflasi terendah. Inflasi akhir tahun year on year basis adalah 4,3 %. "Padahal perkiraan BI sebelumnya di level 4,5 %," katanya. Sedangkan inflasi month to month pada Desember ini berkisar 0,5% - 0,6 %.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×