kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.043   41,00   0,23%
  • IDX 5.309   30,55   0,58%
  • KOMPAS100 683   3,64   0,54%
  • LQ45 534   3,62   0,68%
  • ISSI 181   1,37   0,77%
  • IDX30 300   2,39   0,80%
  • IDXHIDIV20 393   3,28   0,84%
  • IDX80 79   0,62   0,80%
  • IDXV30 109   1,05   0,98%
  • IDXQ30 99   0,86   0,87%

BI Soroti Ketidakpastian Global dan Risiko Inflasi akibat Perang Timur Tengah


Rabu, 21 Oktober 2026 / 14:29 WIB
BI Soroti Ketidakpastian Global dan Risiko Inflasi akibat Perang Timur Tengah
ILUSTRASI. INDONESIA-ECONOMY/RATES (REUTERS/Claudio Pramana)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menilai, prospek perekonomian global masih lemah disertai ketidakpastian keuangan yang masih tinggi.

Gubernur BI Destry Damayanti menilai, kondisi ini dipengaruhi oleh makin kuatnya tensi perang di Timur Tengah sehingga mendorong tetap tingginya harga minyak dan berbagai komoditas dunia.

“Ekonomi global diperkirakan masih lemah sekitar 3% di 2026, dan tekanan inflasi tetap tinggi 4,5%,” tutur Destry dalam konferensi pers, Rabu (21/10/2026).

Baca Juga: BI Naikkan Suku Bunga Deposit Facility 25 Bps Jadi 5%

Kebijakan moneter global ketat diprakirakan berlanjut untuk jangka waktu yang lebih lama (higher for longer), termasuk besarnya peluang kenaikan kembali suku bunga kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), Fed Funds Rate (FFR).

Sementara itu, imbal hasil (yield) US Treasury juga tetap tinggi sejalan dengan menguatnya ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter AS ke depan serta defisit anggaran Pemerintah AS yang besar.

Di pasar keuangan global, preferensi investor terhadap aset portofolio di negara Emerging Markets masih terbatas dan menyebabkan tetap kuatnya indeks mata uang dolar AS terhadap negara maju (DXY) dan negara berkembang.

Kondisi ini, kata Destry, mengharuskan penguatan respons dan sinergi kebijakan fiskal dan moneter guna memperkuat ketahanan eksternal, menjaga stabilitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.  

Baca Juga: Airlangga Mengklaim Persiapan PFII Masih Berjalan, Kapan Mulai Beroperasi?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×