kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

BI sebut perbaikan ekonomi domestik ditopang stimulus fiskal dan membaiknya ekspor


Selasa, 13 Oktober 2020 / 17:15 WIB
ILUSTRASI. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur BI di Jakarta, Kamis (17/9/2020).


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melihat kalau pertumbuhan ekonomi domestik membaik secara perlahan, terutama didorong oleh stimulus fiskal dan perbaikan ekspor.

“Perkembangan Agustus-September 2020 menunjukkan belanja pemerintah meningkat didorong stimulus fiskal terkait perlindungan sosial dan dukungan UMKM,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Selasa (13/10) via video conference.

Dari sisi ekspor, ekspor menunjukkan kinerja yang lebih baik ditopang oleh berlanjutnya permintaan global, terutama dari Amerika Serikat (AS) dan China untuk beberapa komoditas seperti besi dan baja, pulp dan waste paper, serta tekstil dan produk tekstil.

Peningkatan juga terlihat dari investasi bangunan. Ini semua sejalan dengan berlanjutnya berbagai proyek strategis nasional (PSN), dan bisa menyangga pemulihan ekonomi di tengah konsumsi rumah tangga yang masih terbatas.

Baca Juga: BI prediksi ekonomi global akan membaik ditopang stimulus jumbo sejumlah negara maju

Selain itu, perbaikan ekonomi Indonesia tercermin dari kenaikan sejumlah indikator dini seperti penjualan eceran dan penjualan online, job vacancy, serta pendapatan masyarakat.

Untuk selanjutnya, pemulihan ekonomi domestik diperkirakan bisa berlanjut, dipengaruhi oleh membaiknya perekonomian global dan meningkatnya realisasi anggaran pemerintah pusat dan daerah.

“Selain itu, akan didukung dengan kemajuan dalam program restrukturisasi kredit dan berlanjutnya stimulus moneter dan makroprudensial BI,” tambah Perry.

Bank sentral juga mengaku akan siap sedia untuk mengguyur bauran kebijakan. BI juga akan memperkokoh sinergi dengan pemerintah dan otoritas terkait agar berbagai kebijakan yang ditempuh mampu efektif dalam mendorong pemulihan ekonomi.

Selanjutnya: Burden sharing, BI sudah beli SBN sebesar Rp 229,68 triliun

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×