kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.388   44,77   0,71%
  • KOMPAS100 841   8,62   1,04%
  • LQ45 638   7,02   1,11%
  • ISSI 221   2,20   1,01%
  • IDX30 358   3,78   1,07%
  • IDXHIDIV20 436   3,28   0,76%
  • IDX80 96   1,03   1,08%
  • IDXV30 120   0,85   0,71%
  • IDXQ30 114   1,02   0,91%

BI sebut banyak produk impor masuk lewat e-commerce, begini respons Tokopedia


Minggu, 20 Oktober 2019 / 19:59 WIB
ILUSTRASI. andy.dwijayanto@kontan.co.id-Andy Dwijayanto / KONTAN. Kantor Tokopedia


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memandang bahwa tantangan terbesar untuk Indonesia saat ini salah satunya adalah membanjirnya produk luar negeri yang masuk melalui e-commerce.

BI mencatat bahwa ada lima e-commerce besar yang sudah terhubung dengan BI dan sudah mewakili 80% transaksi di Indonesia, yaitu Lazada, Shopee, Bukalapak, dan Traveloka.

Baca Juga: Ingin jadi pemain digital payment nomor wahid, GoPay gencar lakukan kolaborasi

Dalam e-commerce tersebut kira-kira hanya 6% - 7% transaksi produk lokal. Sisanya, adalah produk impor, terutama dari China. Lalu, bagaimana dengan tanggapan e-commerce sendiri terkait hal itu?

Tokopedia, sebagai salah satu e-commerce besar di Indonesia, mengklaim bahwa platformnya tidak menjual barang dari luar negeri.

"Hal ini disebabkan oleh model bisnis Tokopedia adalah marketplace domestik. Oleh karena itu, tidak mungkin ada transaksi impor di e-commerce kami. Karena barang pun sudah ada di Indonesia," ujar Vice President of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak kepada Kontan.co.id, Jumat (18/10).

Nuraini menambahkan, marketplace ini ada dua macam, yaitu marketplace lintas negara dan juga marketplace domestik. Marketplace lintas negara memfasilitasi antara negara sehingga memungkinkan adanya impor dalam platform, sedangkan marketplace domestik tidak memfasilitasi transaksi antarnegara.

Baca Juga: Perbanas: Perbankan tak bisa lagi mengandalkan kredit korporasi




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×