kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.831   13,00   0,07%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

BI perkirakan inflasi Maret 2021 sebesar 0,08% mom


Minggu, 28 Maret 2021 / 16:54 WIB
ILUSTRASI. Penjualan cabai, bawang dan sayuran lain di pasar tradisional.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melihat adanya peningkatan harga (inflasi) tipis pada bulan Februari 2021. Berdasarkan survei pemantauan harga BI pada minggu IV Maret 2021, perkembangan harga pada bulan Maret 2021 diperkirakan sebesar 0,08% mom. 

“Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Maret 2021 secara tahun kalender sebesar 0,44% ytd dan secara tahunan sebesar 1,36% yoy,” ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resminya, Jumat (28/3). 

Penyumbang utama inflasi Maret 2021 sampai dengan minggu keempat datang dari komoditas cabai rawit sebesar 0,04% mom, bawang merah sebesar 0,03% mom, tomat dan ikan mas yang masing-masing naik 0,01% mom. 

Baca Juga: Ekonom Bank Mandiri: Pemulihan ekonomi AS yang lebih cepat jadi peluang bagi ekspor

Namun, ada beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga menyumbang deflasi, antara lain cabai merah dan emas perhiasan yang masing-masing turun 0,03% mom. 

Ke depan, BI mengaku akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu. 

Tak hanya itu, BI akan memperkokoh langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh, untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

Selanjutnya: Kenaikan CDS Indonesia dinilai hanya bersifat sementara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×