CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.550   21,00   0,12%
  • IDX 6.669   -9,68   -0,14%
  • KOMPAS100 877   0,24   0,03%
  • LQ45 662   -1,82   -0,27%
  • ISSI 234   0,12   0,05%
  • IDX30 368   -1,15   -0,31%
  • IDXHIDIV20 457   -0,46   -0,10%
  • IDX80 100   0,05   0,05%
  • IDXV30 128   0,60   0,47%
  • IDXQ30 118   -0,42   -0,36%

BI Perkirakan Inflasi Juli Mencapai 0,55%


Minggu, 24 Juli 2022 / 18:30 WIB
ILUSTRASI. Warga berbelanja sayuran di Pasar Induk Rau Kota Serang, Banten, Jumat (1/7/2022). BI melaporkan, berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada pekan ketiga Juli 2022, inflasi sampai dengan pekan ketiga bulan Juli 2022 diperkirakan sebesar 0,5%.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melaporkan, berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada pekan ketiga Juli 2022, inflasi sampai dengan pekan ketiga bulan Juli 2022 diperkirakan sebesar 0,55% month to month (mtm).

Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyebut, komoditas utama penyumbang inflasi selama tiga pekan bulan Juli 2022 diantaranya, cabai merah sebesar 0,19% mtm, bawang merah sebesar 0,12% mtm, angkutan udara sebesar 0,07% mtm, bahan bakar rumah tangga sebesar 0,06% mtm.

Kemudian, penyumbang lainnya adalah cabai rawit sebesar 0,05% mtm, tomat dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,02% mtm, daging ayam ras, mie kering, nasi dengan lauk, air kemasan, dan tarif air minum PAM masing-masing sebesar 0,01% mtm.

Baca Juga: Inflasi Bisa Menjadi Sandungan Laju Pertumbuhan Ekonomi

“Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi pada periode ini yaitu minyak goreng sebesar 0,05% mtm, jeruk dan emas perhiasan masing-masing sebesar 0,02% mtm, telur ayam ras, kangkung, bayam, sawi hijau, dan bawang putih masing-masing sebesar 0,01% mtm,” tutur Erwin dalam keterangan tertulisnya, dikutip pada Minggu (24/7).

Ke depan, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait dan terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut.

Baca Juga: Hati-hati, BI Ingatkan Inflasi Tinggi Bisa Menahan Konsumsi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×