kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   -50.000   -1,73%
  • USD/IDR 17.007   58,00   0,34%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

BI Perkirakan Inflasi Juli Mencapai 0,55%


Minggu, 24 Juli 2022 / 18:30 WIB
BI Perkirakan Inflasi Juli Mencapai 0,55%
ILUSTRASI. Warga berbelanja sayuran di Pasar Induk Rau Kota Serang, Banten, Jumat (1/7/2022). BI melaporkan, berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada pekan ketiga Juli 2022, inflasi sampai dengan pekan ketiga bulan Juli 2022 diperkirakan sebesar 0,5%.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melaporkan, berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada pekan ketiga Juli 2022, inflasi sampai dengan pekan ketiga bulan Juli 2022 diperkirakan sebesar 0,55% month to month (mtm).

Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyebut, komoditas utama penyumbang inflasi selama tiga pekan bulan Juli 2022 diantaranya, cabai merah sebesar 0,19% mtm, bawang merah sebesar 0,12% mtm, angkutan udara sebesar 0,07% mtm, bahan bakar rumah tangga sebesar 0,06% mtm.

Kemudian, penyumbang lainnya adalah cabai rawit sebesar 0,05% mtm, tomat dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,02% mtm, daging ayam ras, mie kering, nasi dengan lauk, air kemasan, dan tarif air minum PAM masing-masing sebesar 0,01% mtm.

Baca Juga: Inflasi Bisa Menjadi Sandungan Laju Pertumbuhan Ekonomi

“Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi pada periode ini yaitu minyak goreng sebesar 0,05% mtm, jeruk dan emas perhiasan masing-masing sebesar 0,02% mtm, telur ayam ras, kangkung, bayam, sawi hijau, dan bawang putih masing-masing sebesar 0,01% mtm,” tutur Erwin dalam keterangan tertulisnya, dikutip pada Minggu (24/7).

Ke depan, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait dan terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut.

Baca Juga: Hati-hati, BI Ingatkan Inflasi Tinggi Bisa Menahan Konsumsi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×