kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

BI Kerek Suku Bunga Acuan di Januari, Ramalan Ekonom: Pertama dan Terakhir Tahun Ini


Kamis, 19 Januari 2023 / 19:52 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo bersama jajaran deputi memberikan keterangan kepada wartawan terkait hasil RDG di Jakarta, Kamis (19/1/2023).


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk  memperkirakan, kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) di Januari 2023 menjadi yang kenaikan suku bunga pertama dan terakhir di tahun ini.

"Kami memperkirakan BI mempertahankan suku bunga acuan di 5,75% hingga akhir tahun 2023," tegas Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman kepada Kontan.co.id, Selasa (17/1). 

Namun, Faisal memberi catatan bahwa kebijakan suku bunga acuan tetap akan memperhatikan perkembangan global ke depan mengingat ketidakpastian masih mengancam. 

Baca Juga: Bidik 200 Eksportir SDA yang Punya DHE Jumbo, BI Siapkan Instrumen Ini

Dalam pertemuan hari Kamis (19/1), BI menegaskan kebijakan suku bunga akan diarahkan untuk menjangkar ekspektasi inflasi dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK). 

Faisal pun yakin, inflasi Indonesia pada tahun 2023 akan terjaga dan pada akhir tahun 2023 ditutup dengan berada di kisaran sasaran BI yang sebesar 2% secara tahunan atau year on year (yoy) hingga 4% yoy. 

Meski, pada semester pertama tahun 2023, inflasi IHK masih akan melampaui batas atas kisaran sasaran BI seiring dengan dampak lanjutan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). 

Baca Juga: Gubernur BI Perry Warjiyo Sebut Kenaikan Suku Bunga Sudah Memadai, Kode Apa?

Faisal pun memperkirakan, inflasi pada akhir tahun 2023 akan berada di kisaran 3,60% yoy. Ini lebih rendah dari inflasi 2022 yang sebesar 5,51% yoy. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×