kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

BI: Kenaikan TTL sumbang inflasi 0,5%


Kamis, 26 Juni 2014 / 08:22 WIB
ILUSTRASI. Manfaat daun sirih untuk kesehatan.


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Keputusan pemerintah menaikan tarif tenaga listrik (TTL) sebesar 33% untuk golongan rumah tangga 1300 Volt Ampere (VA) hingga 5500 VA pada awal bulan Juli 2014, diperkirakan akan menyumbang inflasi sebesar 0,5% sepanjang sisa tahun ini.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Doddy Zulverdi menyatakan, dampak kenaikan TTL tersebut masih sejalan dengan range Bank Indonesia yaitu tingkat inflasi sebesar 4,5% plus minus 1% pada tahun 2014 ini.

"Kenaikan TTL telah menjadi bahan pertimbangan dalam Rapat Dewan Gubernur BI tanggal 12 Juni 2014 lalu, bahwa inflasi tahun 2014 berada dalam kisaran 3,5%-5,5% atau 4,5% plus minus 1%," kata Doddy Zulverdi di Gedung BI, Jakarta, Rabu (25/6).

Sementara itu, rencana pemerintah untuk menaikkan tarif batas atas angkutan udara sebesar 20%-25% serta rencana kenaikan tarif kereta api ekonomi jarak jauh dan menengah, diperkirakan akan menyumbang kenaikan inflasi sebesar 0,02% terhadap keseluruhan inflasi nasional tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×