kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BI bantah ada perlakuan khusus untuk China dalam transaksi local currency settlement


Rabu, 08 September 2021 / 15:50 WIB
ILUSTRASI. Layar menampilkan logo Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Kamis (17/6/2021). BI bantah ada perlakuan khusus untuk China dalam transaksi local currency settlement


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Indonesia dan China kini telah sepakat dalam menggunakan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dan investasi, atau local currency settlement (LCS). 

Mendengar pendapat miring terkait hubungan kerja sama LCS dengan China, Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa tidak ada perlakuan khusus bagi China terkait skema LCS. 

“Kerja sama LCS ini bahkan bukan yang pertama. Sudah ada negara-negara lain sebelum China. Jadi, kami tidak ada mengkhususkan China akan hal ini,” ujar Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Internasional BI Doddy Zulverdi, Rabu (8/9). 

Doddy juga menegaskan, sebelum mengimplementasikan kerja sama LCS dengan China, Indonesia juga sudah menggaet negara Malaysia, Thailand, dan Jepang dalam kerja sama serupa. 

Baca Juga: BI: Kerja sama LCS bisa digunakan untuk transaksi ritel di sektor pariwisata

Dengan beberapa negara yang digandeng dalam kerja sama ini, maka BI berharap timbul sentimen positif bagi pergerakan nilai tukar rupiah, sehingga mendukung kemampuan BI dalam mengelola stabilitas nilai tukar rupiah. 

Menurutnya, LCS sangat membantu dalam menjaga stabilitas nilai tukar lewat penguatan pasar valuta asing yang selama ini memang didominasi oleh mata uang kuat. 

“Harapannya, dengan menggunakan transaksi mata uang lokal dengan negara-negara tersebut, bisa mengurangi sensitivitas dengan mata uang kuat sehingga nilai tukar rupiah relatif stabil,” tandasnya. 

Selanjutnya: Ini manfaat implementasi LCS China-Indonesia bagi Bank BNI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×