kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bertemu Menko Polhukam, lembaga persahabatan ormas Islam dukung program bela negara


Jumat, 03 Januari 2020 / 16:29 WIB
ILUSTRASI. Menko Polhukam Mahfud MD meninggalkan gedung KPK seusai menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di Jakarta, Senin (2/12/2019).


Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menerima audiensi Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) di Kantor Menko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (3/1/2020).

Mahfud mengatakan, LPOI yang terdiri dari 14 organisasi masyarakat (Ormas) Islam itu mendatangi kantor Menko Polhukam guna membahas sejumlah isu, salah satunya terkait sistem khalifah dan Islamofobia.

Baca Juga: Natuna memanas, Mahfud MD panggil menteri hingga Panglima TNI

"Ormas- ormas Islam ini sebenarnya dia agak gerah juga terhadap isu-isu sistem lain tegasnya, sistem khilafah yang sekarang yang ditawarkan yang sebenarnya itu agendanya merusak, merusak bangsa kita ini yang secara saat ini sudah sah berdiri sesuai dengan Islam. Kedua menghilangkan isu fobia terhadap Islam," kata Mahfud.

Mahfud mengatakan, tuduhan pemerintah fobia terhadap umat Islam sama sekali tidak bisa dibenarkan. Pemerintah, kata mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu, tak mungkin membenci umat Islam yang saat ini berjumlah 200 juta.

Baca Juga: Pemerintah siapkan jaringan telekomunikasi internal untuk perlindungan data

"Oleh sebab itu jangan terpancing kepada istilah Islamofobia," ujarnya.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×