CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Berantas TPPU, Jokowi: Kita Harus Lebih Maju dari Para Pelaku


Rabu, 17 April 2024 / 15:55 WIB
Berantas TPPU, Jokowi: Kita Harus Lebih Maju dari Para Pelaku
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, penanganan tindak pidana pencucian uang (TPPU) harus komprehensif. Sebab, pelaku TPPU terus mencari cara-cara baru.


Reporter: Aurelia Lucretie | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, penanganan tindak pidana pencucian uang (TPPU) harus komprehensif.  Sebab, pelaku TPPU terus mencari cara-cara baru.

Data dari Crypto Crime Report yang disampaikan Jokowi menunjukkan, ada indikasi pencucian uang melalui aset kripto hingga US$ 8,6 miliar di tahun 2022 secara global. 

Jokowi meminta untuk terus mewaspadai pola baru TPPU seperti cryptocurrency, aset virtual NFT, aktivitas loka pasar, uang elektronik, AI otomasi transaksi, dan lain-lain. 

"Kita harus dua atau tiga langkah lebih maju dari para pelaku dalam membangun kerja sama internasional, memperkuat regulasi dan transparansi dalam menegakan hukum yang tanpa pandang buluh serta pemanfaatan teknologi yang penting," kata Jokowi di Istana Negara, Rabu (17/4).

Baca Juga: Bertemu Presiden Jokowi, Bos Apple Jajaki Pembangunan Pabrik di Indonesia

Jokowi menyinggung pula soal bergabungnya Indonesia sebagai anggota penuh ke-40 Financial Action Task and Force (FATF) sejak Oktober 2023 yang lalu. 

Menurutnya, diterimanya Indonesia menjadi anggota penuh FATF merupakan pengakuan internasional atas efektivitas regulasi, koordinasi, dan implementasi kebijakan terhadap pencucian uang dan pendanaan terorisme. 

Jokowi menyebut, keanggotaan penuh dapat meningkatkan kredibilitas ekonomi Indonesia serta memperbaiki persepsi terhadap sistem keuangan sistem keuangan. 

"Akhirnya ini akan mendorong berbondong-bondongnya investasi untuk masuk ke negara kita Indonesia. Reputasi itu penting, penilaian dunia internasional itu penting," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×