kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Basuki tak setuju konsep green building


Minggu, 21 Oktober 2012 / 09:47 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi Ibu Menyususi Anak.


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menyatakan tak setuju dengan konsep green building. Menurut dia investasi untuk membangun green building justru lebih mahal dan dibanding anggaran biaya listrik yang harus dibayar perbulan.

Basuki menuturkan Pemprov DKI saat ini tengah mencanangkan program penghematan dan efisiensi anggaran. Ia sudah mendengar konsep green building, dimana lampu bangunan akan mati sendiri begitu penghuninya keluar.

"Saya nggak setuju. Itu butuh berapa duit yang harus dikeluarkan untuk membangun gedung seperti itu? Bisa-bisa investasinya lebih mahal daripada tarif listriknya," ujar Basuki, Minggu (21/10).

Menurutnya lebih baik setiap PNS diberikan arahan dan ketegasan bahwa ruangan yang sudah tidak digunakan, lampu harus dimatikan. Mantan Bupati Belitung Timur ini berpendapat hal itu justru lebih hemat ketimbang membangun green building. (Danang Setiaji Prabowo/Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×