kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Basuki tak setuju konsep green building


Minggu, 21 Oktober 2012 / 09:47 WIB
Basuki tak setuju konsep green building
ILUSTRASI. Ilustrasi Ibu Menyususi Anak.


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menyatakan tak setuju dengan konsep green building. Menurut dia investasi untuk membangun green building justru lebih mahal dan dibanding anggaran biaya listrik yang harus dibayar perbulan.

Basuki menuturkan Pemprov DKI saat ini tengah mencanangkan program penghematan dan efisiensi anggaran. Ia sudah mendengar konsep green building, dimana lampu bangunan akan mati sendiri begitu penghuninya keluar.

"Saya nggak setuju. Itu butuh berapa duit yang harus dikeluarkan untuk membangun gedung seperti itu? Bisa-bisa investasinya lebih mahal daripada tarif listriknya," ujar Basuki, Minggu (21/10).

Menurutnya lebih baik setiap PNS diberikan arahan dan ketegasan bahwa ruangan yang sudah tidak digunakan, lampu harus dimatikan. Mantan Bupati Belitung Timur ini berpendapat hal itu justru lebih hemat ketimbang membangun green building. (Danang Setiaji Prabowo/Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×