kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Basuki: Kenapa PKL tidak minta maaf bikin macet?


Rabu, 24 Juli 2013 / 17:57 WIB
Basuki: Kenapa PKL tidak minta maaf bikin macet?
ILUSTRASI. Honda Brio RS


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mempertanyakan sikap Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI), yang menuntutnya meminta maaf atas pernyataannya soal PKL di Tanah Abang. Basuki mengatakan, seharusnya PKL juga meminta maaf karena telah membuat macet lalu lintas.

"Anda kenapa tidak minta maaf (kepada) orang Jakarta, semua bikin macet, duduki tanah orang?" kata Basuki di Balaikota Jakarta, Rabu (24/7).

Sikap Basuki ini berbeda dari sikap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Dalam kesempatan lain, Jokowi meminta maaf jika memang ada kesalahan dalam urusan penertiban PKL di Tanah Abang tersebut.

Menanggapi hal itu, Basuki mengatakan bahwa sudah menjadi sikap Jokowi seperti itu sehingga langsung meminta maaf. "Pak Jokowi ketawa-ketawa saja. Pak Jokowi memang orang baik. Becandain aja, ya minta maaf," ujar Basuki. Basuki menegaskan, ia akan bersikap konsisten dan tidak meladeni permintaan orang-orang yang membela pelanggar aturan.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP APKLI Ali Mahsun mengatakan akan melayangkan somasi kepada Basuki atas pernyataannya terkait pemidanaan terhadap PKL yang menolak direlokasi ke dalam pasar. Mereka memberikan waktu hingga 14 hari ke depan kepada Basuki untuk meminta maaf atas pernyataannya tersebut.

Menurut Ali, pernyataan Basuki menakutkan bagi PKL se-Indonesia. Ia menyebutkan, tidak hanya Basuki yang harus meminta maaf, tetapi Jokowi juga harus meminta maaf kepada PKL. Ia memperingatkan semua pemimpin agar tidak sembarangan mengeluarkan pernyataan. (Estu Suryowati/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×