kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Banyak aturan, Kadin nilai perekonomian melambat


Senin, 21 Mei 2012 / 11:53 WIB
Banyak aturan, Kadin nilai perekonomian melambat
ILUSTRASI. Salah satu cara membersihkan paru-paru adalah dengan menggunakan bahan alami. ANTARA FOTO/FB Anggoro/nz.


Reporter: Dina Farisah | Editor: Edy Can


JAKARTA. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai pergerakan ekonomi nasional masih lamban. Wakil Ketua Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur menuding banyaknya peraturan menteri dan birokrasi sebagai penyebabnya.

Natsir menilai, pergerakan ekonomi nasional selama 10 tahun terakhir tidak mengalami perubahan signifikan. Bahkan, dia menyatakan, ekonomi nasional belakangan ini melambat karena egoisme kementerian dalam menerbitkan aturan.

Dia mengatakan, banyak peraturan menteri itu yang bertentangan dan menyusahkan dunia usaha. Cuma, Natsir tidak mengungkapkan contohnya.

Yang pasti, dia menyayangkan, berbagai peraturan menteri itu diberlakukan tanpa bicara terlebih dahulu dengna dunia usaha. Padahal, dia menyatakan, Kadin sebagai mitra kerja pemerintah dalam suatu kebijakan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 tahun 1987 tentang Kadin.

“Terkadang pemerintah membuat kebijakan sendiri, sehingga pada saat kebijakan tersebut keluar menimbulkan protes dari dunia usaha. Hal ini perlu mendapat perhatian,” ungkap Natsir, Senin (21/5).

Karena itu, Natsir berharap kementerian mengajak Kadin bicara terlebih dahulu dalam membuat aturan. Dia juga mengingatkan pemerintah agar pertumbuhan peraturan menteri lebih cepat ketimbang pertumbuhan perdagangan dan industri nasional. "Nanti kebanyakan Permen, ekonomi nasional bisa batuk-batuk," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×